SAN FRANCISCO – Jejaring sosial populer LinkedIn mengklaim telah mampu menggaet pengguna hingga 300 juta anggota. Lebih dari setengahnya merupakan mereka yang berada di luar Amerika Serikat.

“Ini adalah saat yang menyenangkan, kami masih memiliki jalan panjang untuk mewujudkan visi menciptakan peluang ekonomi bagi salah satu dari 3,3 miliar orang di angkatan kerja global,” kata wakil presiden LinkedIn Jauh Nishar dalam sebuah posting blog, seperti dilansir Asiaone, Minggu (20/4).

Dijelaskannya, untuk masa depan, pertumbuhan akan difokuskan pada pengguna yang menggunakan perangkat mobile. “Kami menyadari ponsel sangat penting di masa depan,” katanya.

Akhir tahun, jejaring sosial ini bakal mencari sebanyak mungkin pemakai ponsel pintar, di mana lalu lintas perangkat bergerak kini mencapai lebih dari 50 persen dari semua lalu lintas global.

“Pengguna di puluhan lokasi termasuk Kostarika, Malaysia, Singapura, Swedia, Uni Emirat Arab dan Inggris, menggunakan LinkedIn pada perangkat mobile mereka dari pada komputer desktop,” sambungnya.

LinkedIn memiliki kantor pusat di kota Silicon Valley of Mountain View, California, dan tersedia di lebih dari 200 negara. Awal tahun ini, LinkedIn meluncurkan versi bahasa Tiongkok, dan berusaha untuk memanfaatkan pasar yang besar di tengah rezim sensor yang ketat.

Di negeri Tirai Bambu, LinkedIn memberikan keleluasaan pengguna untuk menulis komentar publik, tidak seperti versi berbahasa Inggris yang saat ini tidak memungkinkan percakapan dalam group.(esy/jpnn0***