MERAK – Kepala Badan Karantina Perikanan Pusat Narmoko Prasmaji bersama rombongan dari Balai Karantina Soekarno Hatta dan Balai Karantina Pelabuhan Tanjung Priok melakukan peninjauan di kawasan Pelabuhan Merak, Kamis (23/4/2015). Kedatangan pejabat setingkat dirjen itu dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 01/KEPMEN-KP/2015 tentang Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan, serta Surat Edaran Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/MEN-KP/I/2015 tentang hal yang sama.

“Kita ingin pengawasan hasil laut dari seluruh pihak yang akan dikirim dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa itu memenuhi standar ukuran tangkap yang dapat diperjualbelikan,” ujar Narmoko.

Dalam surat edaran Menteri itu, kata dia, untuk ukuran berat masing-masing hasil tangkapan tahun 2015 ini ditetapkan lebih rendah dan akan mengalami peningkatan ukuran berat pada tahun berikutnya. “Seperti lobster. Pada tahun ini, ukuran berat yang diperbolehkan ditangkap yaitu harus lebih dari 200 gram. Nah pada tahun 2016 dan seterusnya, meningkat. Yang diperbolehkan untuk ditangkap yaitu harus lebih dari 300 gram per ekornya. Kecuali untuk kepentingan pengembangan dan pendidikan,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyempatkan diri untuk mengunjungi ruangan pemantau suplai komoditi laut di kawasan Pelabuhan Merak.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak AKP Nana Supriatna menerangkan, selama ini sinergitas antara pihaknya untuk pengawasan komoditi dengan Balai Karantina sudah berjalan baik. “Kita sendiri juga lakukan operasi rutin kepolisian di kawasan pelabuhan. Kalau ada temuan, kita langsung berkoordinasi,” katanya. (Devi Krisna)

BAGIKAN