CIWANDAN – Ratusan warga di dua lingkungan, yakni Cilodan dan Pengabuan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon menempelkan stiker dan spanduk yang berisi penolakan atas pembangunan PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) yang berdekatan dengan lingkungan mereka.

Warga menuntut kepada PT Pancapuri Indoperkasa, selaku pengelola kawasan untuk membebaskan lahan dan bangunan milik mereka, sebelum pabrik karet sintetis patungan antara PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) dan Michelin itu dibangun. “Kami khawatir, kalau pabrik itu (SRI) jadi dibangun, lingkungan kami semakin tidak sehat. Yang sekarang saja dari Chandra (CAP) sudah menimbulkan suara bising dan polusi,”ujar Masturiah, salah seorang warga setempat saat ditemui, Kamis (27/8/2015).

Pantauan radarbanten.com di lokasi, stiker yang berisi penolakan itu ditempel warga mulai dari pintu gerbang lingkungan hingga di setiap bangunan dan pagar rumah warga. Tak hanya itu, warga bahkan juga membentangkan spanduk yang melintang di jalan lingkungan mereka dengan isi yang sama. “Pengennya (pembebasan) sih secepatnya, biar ada kejelasan,” kata Novi, warga lainnya.

Diketahui, sebelumnya PT Pancapuri Indoperkasa juga sempat membebaskan lahan warga lainnya di beberapa lingkungan di Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, untuk pembangunan PT SRI.

Sementara itu, Camat Ciwanda AH Junaedi mengaku kendati sudah mengetahui kabar adanya tuntutan pembebasan oleh warga, namun dirinya baru mengetahui adanya pemasangan stiker dan spanduk itu.

“Sebelumnya memang pernah ada warga yang datang minta dimediasi dengan Pancapuri, karena merasa hidupnya sudah tidak nyaman, makanya mereka minta direlokasi, bukan dibebaskan. Artinya, warga itu meminta kepada pihak Pancapuri untuk mempersiapkan lahan pengganti untuk mereka, bukannya warga dibebaskan mencari lahan pengganti sendiri,” katanya.

Ia mengatakan sesuai dengan ketentuan dalan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah kecamatannya, saat ini masih terdapat dua Kelurahan yang tidak termasuk kawasan industri. “Saya menyarankan kepada pihak Pancapuri agar warga direlokasi di Kelurahan Kubangsari ataupun Kelurahan Banjarnegara yang memang diplot untuk kawasan pemukiman. Soalnya empat Kelurahan yang lain seperti Tegal Ratu, Gunung Sugih, Kepuh dan Randakari itu sudah ditetapkan RTRW sebagai kawasan industri,” katanya. (Devi Krisna)

BAGIKAN