CILEGON – Keterlibatan Firman Hariyadi (17) dalam kasus pembunuhan kakak kandungnya, Ferdi Haryadi (21) remaja autis oleh orangtua kandungnya Masriya bin Darfi (50) menjadi perhatian dari penyidik kepolisian dari Unit IV Satreskrim Polres Cilegon.

Keterangannya kepada penyidik maupun awak media sebelumnya, Firman diduga telah melakukan kebohongan dengan berpura-pura mengaku turut memegangi tubuh Ferdi. Pada bagian lain, Masriya mengikat tubuh korban dengan tali tambang yang tersambung dengan karung yang berisi tiga buah batu paving blok, hingga akhirnya Ferdi diceburkan ke sungai.

“Kami menduga dia (Firman) mendapatkan tekanan dari Masriya. Karena saat Masriya mempersiapkan karung yang berisi paving blok itupun dia tidak mengetahuinya. Ia pikir, kakaknya itu akan dibawa berobat, bukan untuk dibunuh,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (13/10/2015).

Dugaan itu, kata dia, diperkuat pula melalui keterangan saksi-saksi lainnya, Uus dan Ikhsan, pemilik dan sopir angkot yang mengusung korban dan Firman, dan mengaku bila Firman bersama mereka pada saat itu dan tidak turut langsung membantu saat orang tuanya membunuh korban.

Diberitakan sebelumnya, saat ini Firman bersama ibu tirinya Iroh Rohaeni (30) sudah ditetapkan sebagai tersangka dan meringkuk disel tahanan Mapolres Cilegon karena diduga terlibat dalam pembunuhan berencana itu. “Sementara keduanya (Firman dan Iroh) masih ditahan. Nanti akan kita lakukan gelar perkara dulu, untuk memastikan kalau memang (Firman) tidak cukup bukti,” jelasnya.

Sementara itu terkait dengan Iroh, Asep Iwan mengatakan istri keempat Masriya itu tidak mengetahui bila korban akan diakhiri hidupnya. Ia membeberkan, Iroh saat itu hanya meminta suaminya untuk menyingkirkan korban, bukan untuk dibunuh. “Dia (Iroh) tahunya korban itu akan disingkirkan, karena rumah mereka juga sudah dijual. Dan dia tidak sanggup lagi memelihara korban, karena perjanjian mereka sebelum menikah memang seperti itu,” tandasnya.

Ia membeberkan, skenario kebohongan itu sengaja dilakukan Masriya, karena khawatir istri keempatnya itu akan meninggalkannya setelah ia dijebloskan kepenjara. “Dia (Masriya) takut kalau istrinya bermain asmara lagi dengan laki-laki lain saat dia ditahan,” pungkasnya. (Devi Krisna)