SERANG – Tiga tahun berlalu Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan Pemkab Serang belum maksimal. Bahkan, Perda tersebut cenderung gagal ditegakkan karena masih banyak ASN yang merokok di dalam ruangan.

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Serang Agus Erwana mengatakan pihaknya tetap berusaha melaksanakan sebaik mungkin, karena itu Peraturan Daerah. Walaupun dari laporan tim masih perlu disosialisasikan.

“Memang sudah diatur agar setiap kantor menyiapkan ruang area merokok. Dan tindakan kami pada perokok, dilakukan teguran-teguran,” kata Agus saat ditemui di Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, pada acara Hari Kesehatan Nasional ke-53, Senin (13/11).

Di tempat sama, Ketua Tim Kawasan Tanpa Rokok Kabupaten Serang Toto Suharto mengatakan setelah dievaluasi selama perjalanan tiga tahun berlakunya Perda ini belum efektif.

“Amanah Perda itu belum sepenuhnya dilaksanakan baik OPD maupun tingkat kecamatan,” ujarnya, Senin (13/11).

Dalam banyak kesempatan, masih banyak hasil OTT para ASN melanggar Perda Nomor 9 Tahun 2014. Menurut dia, sanksi yang berlaku pada Perda tersebut belum berjalan.

“Dianggapnya ngapain, sih, Perda itu. Padahal, kan peraturan. Merokok disediakan pada tempatnya, agar tidak mengganggu publik kecuali ada Smoking Area,” paparnya.

Ia menilai apa yang diamanatkan Perda tersebut dianggap jalan di tempat. Ia sangat berharap Kepala OPD sudah mampu memfungsikan dan mengoptimalkan Satgas yang ada di instansi masing-masing.

“Kan di Perda itu, mengamanatkan membuat Satgas. Siapa-siapa yang merokok di dalam ruangan ini dilaporkan secara berkala,” tukasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).

 

BAGIKAN