SENYUM Andre van der Merwe tak berhenti mengembang saat diwawancarai para jurnalis kemarin (12/6). Bagaimana tidak, dia baru saja mendapatkan kabar baik dari salah seorang pasiennya, sebut saja Dicky, 21.

Desember tahun lalu Van der Merwe sukses memimpin operasi transplantasi Mr P pada Dicky. Kesuksesan itu bahkan diklaim sebagai yang pertama di dunia. Operasi tersebut melambungkan nama Van der Merwe di dunia kedokteran. Belakangan ini Dicky memberikan kabar lagi. Setelah menjalani operasi, alat kelamin barunya berfungsi dengan baik. Sangat baik malah.

Sebab, dia bisa menghamili sang pacar. Kini kekasih Dicky yang juga berusia 21 tahun tersebut hamil empat bulan.

”Kami senang bahwa tidak ada komplikasi yang terjadi dan Mr P-nya berfungsi dengan baik,” ujar Van der Merwe kepada para jurnalis.

Seluruh tahap itu telah dijalani dengan sukses oleh Dicky. Dia pun sedikit terkejut dengan perkembangan yang sangat baik tersebut. Sebab, saat operasi dulu, tim dokter memperkirakan bahwa fungsi seksual Dicky baru benar-benar berfungsi setidaknya dua tahun mendatang.

Tim dokter melakukan penelitian transplantasi penis tersebut sejak 2010. Proses yang paling sulit adalah menyambungkan pembuluh darah dan saraf kecil-kecil pada area penis. Mereka mempelajari dan mengembangkan teknik dari transplantasi wajah. Prosesnya juga sama, yaitu menggunakan operasi mikroskopis.

Sejatinya, pada 2006 operasi transplantasi penis pernah dilakukan dengan sukses di Tiongkok. Sayang, 10 hari setelah transplantasi, si pasien yang berusia 44 tahun dan istrinya meminta agar penis barunya dilepas saja.

Mereka tidak bisa mengatasi trauma secara psikologis dan tetap menganggap bahwa yang menempel adalah benda asing milik orang lain. Jadi, bisa dibilang operasi di Tiongkok itu gagal. Untung, trauma psikologis tersebut tidak dialami Dicky.

Selama ini identitas asli pasien cangkok Mr P itu memang tidak pernah diungkap ke publik. Tim dokter hanya menjelaskan bahwa alat kelamin Dicky harus diamputasi saat usianya 18 tahun karena gagal sunat. Sesudah amputasi, alat vital Dicky hanya tersisa 1 sentimeter.

Di pedalaman Afrika Selatan (Afsel), remaja lelaki harus menjalani prosedur sunat secara tradisional sebagai bagian ritual memasuki kedewasaan. Sayang, ritual itu kerap memakan korban karena sering terjadi komplikasi. Salah satu penyebabnya adalah alat yang digunakan tidak steril dan dipakai bersama-sama. Tiap tahun 250-an pria di Benua Hitam harus menjalani amputasi alat kelamin gara-gara gagal sunat itu. Banyak juga yang harus mengakhirinya dengan kematian.

”Prosedur (transplantasi) ini sangat dibutuhkan di Afsel daripada negara mana pun di dunia ini karena banyak pria muda kehilangan penis setiap tahun karena komplikasi dari ritual sunat tradisional,” ujar Van der Merwe. Dia menambahkan, karena mayoritas korban sunat itu adalah pria muda, putus asa lantaran malu pun menerpa. Banyak yang berakhir dengan bunuh diri setelah amputasi.

Dicky harus menunggu tiga tahun sebelum akhirnya menemukan donor yang tepat. Operasi dilakukan selama 9 jam pada 11 Desember tahun lalu di Rumah Sakit Tygerberg, Bellville, Cape Town, Afrika Selatan. Andre yang merupakan kepala divisi urologi di Universitas Stellenbosch memimpin jalannya operasi.

“Tidak ada yang menghalanginya untuk memiliki anak karena spermanya tidak terpengaruh,” tegas Van der Merwe. Sebab, yang diamputasi dulu adalah Mr P-nya saja, bukan kantong sperma atau testikelnya.

Setelah kesuksesan Dicky, Van der Merwe menerima banyak permintaan transplantasi Mr P. Namun, tidak semua dia terima. Sebab, mencari donor penis merupakan tantangan tersendiri yang sangat sulit. Kalaupun ada pendonor, penerimanya belum tentu cocok. Dalam kasus Dicky, dia termasuk beruntung. Saat itu ada orang yang mendonorkan hampir seluruh bagian tubuhnya. Termasuk Mr P-nya yang ternyata cocok untuk Dicky.

”Saat ini sembilan orang telah ikut program kami (transplantasi penis, Red),” ujarnya. Transplantasi selanjutnya akan dilakukan sekitar Agustus. ”Saya tidak berpikir bahwa ini akan mudah, tapi saya percaya bahwa orang-orang saat ini mulai yakin karena adanya kasus positif (yang terjadi pada Dicky, Red) ini,” tambahnya. (AFP/BBC/The Sydney Morning Herald/sha/c10/ami/JPNN)