SERANG – Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Serang lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi. Kondisi itu membuat Pemkab Serang kesulitan untuk cepat memapankan masyarakatnya karena jumlahnya kian banyak.

“Saya pikir sekarang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi minta ditahan dulu laju pertumbuhan penduduknya supaya kita bisa mencapai ekonominya dulu,” kata Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah seusai menutup Bintek Pos KB Desa Kabupaten Serang di salah satu hotel di Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Jumat (28/3/2014).

Menurut Tatu, sekarang ini pertumbuhan ekonomi naik tapi tak sebanding dengan pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan ekonomi naik dalam skala penjumlahan, sedangkan pertumbuhan penduduk dalam skala perkalian.

Karena itu Pemkab mengerahkan kader Keluarga Berencana (KB) tingkat desa sebanyak 326 orang dan kader di rukun warga (RW) sebanyak 1.470 orang untuk membantu penyuluh KB Pemkab yang jumlahnya tinggal 11 orang. Mereka akan bertugas di desa masing-masing, yakni 326 desa.

“Mudah-mudahan dengan jumlah tiap desa satu orang, satu RW satu orang, 1.700-an penyuluh KB, insya Allah kalau diarahkan serius tentu ada dampaknya,” katanya seraya meminta pelibatan kader KB ini agar berkelanjutan supaya dirasakan manfaatnya. “Karena tak mungkin penyuluhan satu atau dua tahun saja orang langsung mengubah seperti itu,” katanya lagi.

Kepala BKBPMP Kabupaten Serang Oyon Suryono mengatakan Bintek Pos KB Desa dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, pemahanan, dan keterampilan kader KB desa tentang program KB. Mereka diharapkan paham soal program kependudukan dan KB serta program-program lainnya.

“Bukan hanya kontrasepsi yang dipahami, tapi sesuai UU Nomor 52 Tahun 2009 juga tentang pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, dan penguatan keluarga bagaimana supaya keluarga menjadi sejahtera,” ujarnya.(SUTANTO)