Polda Banten Sita Ribuan Lembar Uang Palsu dari 20 Negara

Net. ILUSTRASI
Net. ILUSTRASI

DIREKTORAT Polisi Air (Ditpolair) Polda Banten menyita ribuan lembar uang palsu dari dua pelaku pengedar uang palsu spesialis mata uang asing saat melakukan transaksi di wilayah Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Hal ini terungkap dalam ekspose kasus di Mapolair Polda Banten, Jumat (22/1/2016).

Dari tangan kedua pelaku, Sarmadi (45) dan Hujaini (35), polisi juga mengamankan ribuan lembar uang palsu, yang terdiri atas 20 jenis mata uang negara asing, seperti mata uang euro, dolar AS, mata uang dari Brasil, Vietnam, Belarusia, Oman, Korea Utara, Kamboja, Yugoslavia, Cina, Arab Saudi dan Serbia. Termasuk rupiah juga dipalsukan.

Direktur Ditpolair Polda Banten Kombes Pol Imam Thobroni mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan dua palaku yang merupakan warga Pandeglang ini berdasarkan informasi dari masyarakat. Masyarakat resah dengan maraknya uang palsu yang beredar di wilayah Kabupaten Pandeglang.

Imam Thobroni mengungkapkan, dalam aksinya itu, pelaku memiliki modus jual beli uang palsu. “Modusnya jual beli uang palsu. Kalau sudah cocok dengan nasabahnya, pelaku mengantarkan ke lokasi yang sudah disepakati. Dari tangan tersangka, kita mengamankan uang palsu mancanegara yang belum sempat diedarkan pelaku. Namun, keduanya sudah sempat mengedarkan sebagian uang palsu tersebut,” kata Imam seraya menjelaskan untuk nilai total uang masih dalam pemeriksaan.

Demi memastikan keaslian uang, ungkap dia, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan tim ahli dari Bank Indonesia. Selain uang palsu, petugas juga menyita ratusan lembar mata uang asli pecahan satu dolar dan satu euro. Dari hasil penangkapan ini, polisi masih melakukan pengembangan.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 245 KUHP tentang Uang Palsu dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.

Sementara itu, salah satu pelaku Sarmadi yang dulu bekerja sebagai sopir mengaku, ia hanya menjual kepada tamu asal Jakarta yang mencari uang untuk dijadikan koleksi. “Biasanya kita tawari ke tamu dari luar. Bilangnya kalau ini koleksi dari orangtua dan harta karun biar konsumen percaya,” beber dia. (no/RBOnline)