SERANG – Polda Banten belum dapat menentukan tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik atas beredarnya video “Sekda Banten Ajak Masyarakat Banten Raampok APBD” di Youtube. Menurut Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar, video tersebut belum bisa dikatakan mencemarkan nama baik Sekda Banten Kurdi Matin lantaran pihaknya belum mendapatkan hasil analisa pakar telematika.

“Sekarang taraf pembuktian video itu apa adanya atau rekayasa. Rangkaian kata-katanya dan sebagainya melalui pakar atau ahli telematika,” ungkap Boy rafli kepada wartawan, Jumat (8/5/2015).

Kapolda menegaskan, saat ini arah kasus pencemaran nama baik ini belum sepenuhnya bisa dipastikan karena konsepsi arah penyidikan bisa saja berubah tergantung motivasi penyebaran dan pembuktian keaslian video. “Apabila dinyatakan video itu benar apa adanya itu mempengeruhi konsepsi kasus. Kalau benar (isi video sesuai judul) tidak terbukti pencemaran nama baik. Namanya merilis kita lihat konteksnya,” paparnya.

Dalam hal ini Kapolda akan meminta pakar telematika. “Bukan cuma Roy Suryo kan ada yang lain. Pokoknya nanti kita akan minta bantuan pakar untuk mengurai video itu seperti apa,” ujarnya. (Wahyudin)

BAGIKAN