SERANG – Aksi penyalahgunaan barang bersubsidi yang dilakukan SW, warga Komplek Taman Krakatau, Jalan Waringin Kurung, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, terbongkar Polres Serang. SW ditangkap petugas lantaran memindahkan isi tabung elpiji subsidi ukuran tiga kilogram ke tabung elpiji nonsubsidi ukuran 50 kilogram.

SW memperoleh keuntungan berlipat lantaran menjual elpiji tabung ukuran 50 kilogram tersebut dengan harga Rp600 ribu. Untuk pengisian tabung 50 kilogram tersebut, SW memerlukan sekitar 16 tabung melon dengan kisaran harga Rp360 ribu. Rata-rata keuntungan SW untuk tiap penjualan tabung mencapai Rp240.000.

Dari penggerebekan ini petugas mengamankan satu unit mobil Futura yang digunakan SW untuk sarana mengangkut tabung elpiji, tabung elpiji warna orange dan 18 tabung melon, serta beberapa regulator alat pemindah isi tabung.

“Modusnya dengan memindahkan isi tabung subsidi ke tabung nonsubsidi sehingga meraup keuntungan besar. Padahal kan ini barang bersubsidi, dijual dengan harga nonsubsidi,” jelas Kapolres Serang AKBP Nunung Syaifuddin kepada wartawan, Jumat (29/5/2015).

SW menyewa sebuah rumah untuk memindahkan isi tabung. Aksi ini sudah dijalaninya selama setahun. Ia mengaku dalam sehari berhasil memindahkan 100 tabung melon ke tabung elpiji
50 kilogram. “Paling bisa sampai empat tabung (50 kilogram) sehari,” terang SW.

Akibat aksinya, SW dapat dikenai pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8 ayat 1 huru a, b dan c, Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen Jo pasal 32 ayat 2 Jo pasal 30 Jo pasal 31 Undang-undang Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan pasal 4 Perpu Nomor 8 tahun 1962 tentang perdagangan barangibarang dalam pengawasan. DW diancam hukuman penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp2 miliar. (Wahyudin)