Polres Serang Ringkus Gembong Pencurian Spesialis Carry

SERANG – Tim Buru Sergap (Buser) Polres Serang meringkus dua gembong pencurian yang sudah belasan kali melakukan pencurian khusus kendaraan minibus jenis Suzuki Carry. Kedua tersangka yaitu HR (37) dan ES (42).

Awalnya, kedua tersangka tersebut diamankan polisi sebagai pelaku pencurian spesialis kendaraan roda empat. Namun dalam pemeriksaan, petugas mendapatkan pengakuan yang mengejutkan tersebut dari kedua tersangka.

Kepala Satuan Reskrim Polres Serang AKP Gogo Galesung menjelaskan, tersangka HR, yang diketahui sebagai warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, disergap saat sedang menunggu isterinya di sekitar Pasar Badak Pandeglang, Senin (13/11), sekitar pukul 20.00 WIB. Selang satu jam kemudian, petugas meringkus tersangka ES, warga Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, di rumahnya.

“Dari tersangka diamankan barang bukti soket kunci kontak, letter T serta obeng,” ujar Gogo, Rabu (15/11).

Menurut Gogo, kedua tersangka tidak masuk dalam daftar DPO Polres Serang, namun berdasarkan pengakuan, keduanya sudah 10 kali beraksi di Kabupaten Serang, belum termasuk di Kota Serang, Jakarta, dan Tangerang.

Menurutnya, terungkapnya kasus pencurian mobil ini berkat rekaman CCTV yang didapat dari pengelola Mall of Serang. Sesaat setelah Supardi, warga Kota Cilegon, melaporkan kehilangan minibus Suzuki Carry. Peristiwa itu, kata Gogo, terjadi pada bulan Mei lalu, pada saat korban dan keluarganya sedang berbelanja.

“Dari petunjuk awal itu, Tim Buser yang dipimpin Iptu Shilton melakukan pencarian sosok pria yang terekam saat bertransaksi di pos pembayaran parkir. Setelah bersusah payah, kasus pencurian ini akhirnya berhasil kita ungkap,” terang Gogo.

Dalam aksinya, lanjut Gogo, kedua tersangka memiliki peran yang berbeda. Tersangka HR merupakan eksekutor (pemetik), sedangkan ES bertugas mengantarkan HR ke lokasi yang sudah menjadi target sasaran. Dalam setiap aksinya, tersangka HR melengkapi dirinya dengan membawa soket, kuci letter T dan obeng.

“Obeng untuk membuka dashboard, kunci T digunakan menjebol soket. Untuk menghindari kecurigaan petugas di pos pembayaran parkir, soket diganti dengan yang baru,” terang Gogo.

Tersangka HR mengakui jika dirinya sudah melakukan pencurian mobil sebanyak 10 kali di Kabupaten Serang. Mobil curian itu, kata HR dibawa ke daerah Pandeglang atau Sukabumi untuk dijual kepada para penadah dengan harga bervariasi, tergantung dengan kondisi kendaraan. “Uang hasil penjualan mobil curian, saya gunakan untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)