Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo (kanan) menyerahkan SK panitia Porprov V Banten 2018 kepada Ketua KONI Kabupaten Tangerang Komarudin, beberapa waktu lalu.

SERANG – Sebanyak 39 cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan pada multi event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018. Jumlah cabor tersebut diajukan Kabupaten Tangerang selaku tuan rumah Porprov V Banten 2018.

Ke-39 cabor itu yakni aeromodelling, anggar, angkat besi, atletik, balap sepeda, bermotor, biliar, bola basket, bola voli, bridge, bulu tangkis, catur, dayung, drum band, golf, gulat, hoki, judo, karate, kempo, layar, menembak, muaythai, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang, senam, sepak bola, dan futsal. Selanjutnya sepak takraw, sepatu roda, softball, squash, taekwondo, tarung derajat, tenis lapangan, tenis meja, tinju, dan wushu.

Ketua KONI Kabupaten Tangerang Komarudin mengatakan, jumlah cabor yang diusulkan masih sementara dan mungkin ada perubahan. Hal itu disesuaikan dengan kesanggupan tuan rumah, baik dari sisi ketersediaan venue atau pendukung lain. “Ini (jumlah cabor) belum final. Masih bisa berkurang atau nambah. Tergantung kondisi dan situasi nantinya. Yang pastinya kami masih membuka komunikasi dengan cabor lain dan selanjutnya kami akan meminta arahan dari KONI Banten,” kata Komarudin kepada Radar Banten, Kamis (18/5).

Komarudin menambahkan, meski jumlah cabor sementara tekah ditetapkan tapi panitia masih belum mendapatkan nomor-nomor yang akan dipertandingkan pada masing-masing cabor. “Kami masih menunggu laporan dari masing-masing technical delegate (TD) untuk nomor yang dipertandingkan. Kami berharap secepatnya TD sudah melaporkan nomor yang dipertandingkan agar kami selaku panitia bisa memetakan apa saja yang harus dilakukan selanjutnya. Tentu saja yang paling utama adalah berkaitan dengan venue. Cabor dan nomor yang akan dipertadingkan harus disinkronkan dengan venue,” imbuhnya.

Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo berharap, cabor yang dipertandingkan mengacu pada cabor serta nomor yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020. “Muara porprov kan sudah jelas, untuk menjaring atlet terbaik yang disiapkan mewakili Banten pada PON XX Papua 2020. Tapi kami hanya bisa mengusulkan dan kebijakan ada di tuan rumah. Misalnya, cabor A minta dipertandingkan, tapi tuan rumah tidak sanggup lantaran tidak ada sarana prasarana atau venue. Itu kan kendala yang membuat cabor A tidak bisa dipertdingkan. Intinya harus komunikasi dengan tuan rumah. Tapi alangkah lebih baiknya cabor dan nomor yang dipertadingkan tidak jauh beda dengan yang di PON,” ucap mantan Kapolda Banten itu.

Selain itu, ia juga berpesan kepada TD untuk lebih selektif dalan melakukan verifikasi atau pengabsahan data atlet. “Jangan sampai atlet yang juara dan pada saat akan dipanggil membela Banten tidak bisa. Alasannya terkadang klasik, atletnya sudah pulang kampung alias bukan berdomisili di Banten. Jangan sampai terjadi di Porprov V nanti. Yang perlu diingat adalah Porprov merupakan pentas prestasi atlet Banten,” tandas Rumiah. (Andre AP/RBG)