SERANG
– Panitia Pembuat Komitmen (PPK) proyek kasus korupsi proyek
Peningkatan Irigasi Induk Barat di Pamarayan Kabupaten Serang, Kushendar
Prawijaya divonis bersalah oleh Majlis Hakim Tipikor PN Serang, Selasa
(16/6/2015). Kushendar divonis bersalah oleh majlis hakim yang dipimpin
oleh Jesden Purba.

Kushendar divonis bersalah karena terbukti
secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 3 Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi. Ia dianggap telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai PPK
dalam proyek yang dibiayai APBN Sebesar Rp23,2 miliar ini.

“Menjatuhkan
pidana dengan pidana satu tahun dan lima bulan denda Rp50 juta subsider
dua bulan kurungan. Dan menjatuhkan pidana tambahan dengan uang
pengganti sebesar Rp700 juta. Diwajibkan membayar paling lambat satu
bulan setelah putusan, jika tidak maka pengadilan akan menyita harta
benda untuk dilelang dengan ganti kurungan selama satu tahun kurungan,”
ujar Jesden Purba.

Sebelumnya, Kushendar Prawijaya, dituntut
pidana penjara selama dua tahun dan denda sebesar Rp50 juta subsider
enam bulan. Selain itu Kushendar juga harus mengganti uang sebesar Rp700
juta oleh JPU Kejari Serang.

Kushendar dinilai telah
menyalahgunakan wewenang dengan menandatangani kontrak dan tidak
menjalankan tugasnya sebagai PPK. “Pemasangan batu kali tidak sesuai
untuk TPT (tembok penahan tanah), tanggul retak, belum 100 persen tapi
sudah dilakukan pembayaran 100 persen,” ujar majlis hakim.

Atas
amar putusan majlis hakim ini, Kushendar mengaku pikir-pikir. Begitu
juga dengan JPU Kejari Serang yang pikir-pikir terhadap putusan sidang
ini.

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan korupsi proyek
APBN 2013 senilai Rp 23,2 miliar ini menyeret tiga terdakwa, yakni
Kusnendar Praja Wijaya selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Balai
Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3), Direktur PT GKN
Nila Suprapto selaku pemenang tender, dan M Sujasman S Nongke alias
Bugis selaku pihak yang mengerjakan proyek.

Terdakwa lain, Site
Manager PT Gunakarya Nusantara (GKN) Sujasman S Nongke, divonis bebas
oleh Majelis hakim Pengadilan Tipikor Serang, Kamis (11/6/2015).
Sementara itu Direktur PT GKN Nila Suprapto belum bisa mengikuti
persidangan lantaran harus dirawat di Bandung karena struk.

(Wahyudin)