SEBUAH studi menyebutkan bahwa pria yang memiliki penampilan lebih sehat dan menarik, maka bakteri patogen di dalam hidungnya cenderung lebih sedikit.

Hidung merupakan gerbang utama bagi patogen untuk masuk ke dalam tubuh, namun lendir yang terdapat di dalam hidung biasanya akan menangkap mereka sebelum masuk lebih dalam. Tidak sekadar patogen pilek biasa, patogen lain yang lebih berbahaya juga seringkali masuk lewat hidung, termasuk bakteri meningitis.

“Menurut sudut pandang evolusi, sifat-sifat yang terkait dengan daya tarik seseorang seharusnya menjadi sinyal kualitas biologis. Oleh sebab itu, kami menganalisis apakah kolonisasi bakteri di hidung dan tenggorokan berhubungan dengan tinggi badan dan indeks massa tubuh (IMT) pada pria dan wanita,” kata pemimpin peneliti, Dr. Boguslaw Pawlowski, seperti dilansir laman Science Daily, Kamis (6/3).

Dr. Pawlowski dan rekannya mengumpulkan sampel lendir dari tenggorokan dan hidung 90 pria dan 103 wanita, yang semuanya dianggap sehat. Mereka kemudian menghitung IMT pria dan rasio pinggang wanita, serta menguji sampel tingkat konsentrasi dari enam jenis bakteri yang ditemukan, termasuk koloni Staphylococcus dan Streptococcus.

Menariknya, tidak ada hubungan yang signifikan antara wanita dengan tingkat tinggi atau rendahnya patogen. Sementara di antara pria, mereka yang relatif memiliki IMT tinggi berpotensi memiliki mikroorganisme berbahaya.

Para peneliti menyebutkan bahwa alasan pria yang memiliki IMT rendah, berpenampilan bersih, dan menarik akan lebih sedikit berpotensi memiliki kolonisasi bakteri adalah karena tingginya kadar testosteron yang mereka miliki. Sebuah studi 2012 yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications menemukan bahwa pria yang memiliki respons sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat juga tampil lebih menarik dan jarang stres.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal American Journal of Human Biology.(jpnn)