Suasana dengar pendapat PT Dover Chemical dengan Komisi II DPRD Cilegon.

CILEGON – Managemen PT Dover Chemical belum dapat memastikan penyebab insiden ledakan pipa kimia milik mereka yang terjadi di Jalan Raya Merak, Lingkungan Gerem Raya RT 03 RW 04, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Senin (18/1/2016) lalu.

Saat memenuhi undangan dari Komisi II DPRD Cilegon, Jumat (22/1/2016) sore, Manager Operasional PT Dover Chemical, Alfian mengaku insiden yang terjadi itu diluar dugaan pihaknya. Pasalnya dirinya mengklaim, pipa berjenis High Density Polyethylene (HDPE) itu adalah jensi pipa yang sudah memenuhi spesifikasi yang mereka butuhkan.

“Kita belum tahu penyebabnya (ledakan) apa. Pipa pecah sampai gepeng. Padahal pipa itu adalah pipa buatan Inggris yang sengaja kita pesan dari supplier, dengan ketahanan maksimum 10 bar. Sedangkan, kita biasa beroperasi dengan tekanan 6 bar,” ujarnya.

Untuk memastikan penyebab ledakan itu, kata dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan distributor. “Kita sudah koordinasi, namun belum dapat jawaban konkret, kenapa (pipa) bisa pecah begitu. Sebaliknya, mereka meminta kita agar mengirimkan sample potongan pipa yang rusak, sekitar dua sampai tiga meter, untuk di uji lab,” katanya.

Ledakan pipa kimia itu bahkan turut mengundang perhatian pemerintah pusat. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bahkan sempat terjun ke lokasi ledakan untuk memastikan penyebab insiden tersebut. Menanggapi pernyataan itu, Anggota Komisi II DPRD Cilegon Aam Amrullah mendesak PT Dover Chemical untuk serius menindaklanjuti perbaikan pipa pasca insiden ledakan.

“Kami berharap, kejadian ini yang terakhir. PT Dover harus mengetahui penyebabnya (ledakan) apa. Apakah karena benda berat, atau yang lain sehingga pipa itu pecah dan gepeng. Kalau memang demikian, berarti letak galian pipa harus  dipindah. Kami khawatir, kalau persoalan ini tidak sampai tuntas, kemungkinan kedepan akan terjadi lagi. Dan ini membuat kekhawatiran di masyarakat,” katanya. (Devi Krisna)