SERANG – Wakil Walikota Serang Sulhi mengatakan, perusahaan di Kota Serang, baik swasta maupun badan usaha pemerintah, agar membantu program pengentasan kemiskinan di Kota Serang.

“Dengan keterbatasan APBD, penanggulangan kemiskinan tidak dapat selesai bila hanya dilakukan oleh Pemkot Serang. Kami juga punya program perbaikan rumah tidak layak huni misalnya, perusahaan bisa memberikan sumbangsihnya di situ,” ungkap Sulhi kepada wartawan saat peresmian pembangunan RTLH (rumah tidak layak huni) yang dilakukan oleh PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Cabang Serang di Cipare, Kecamatan Serang, Selasa (12/5/2015).

Sulhi mengatakan, kesadaran perusahan di Kota Serang dalam menyokong program rumah tidak layak huni memang masih rendah dan perlu ditingkatkan kembali. Saat ini perusahaan yang memiliki program rumah tidak layak huni hanya PT Taspen (Persero) dan Bank Jabar. “Pemkot Serang sendiri dalam setahun kurang lebih memperbaiki 100 rumah tidak layak huni,” kata Sulhi

Sementara itu, Kepala PT Taspen (Persero) Cabang Serang M Ali Mansur mengatakan, perbaikan rumah tidak layak huni itu adalah program pertama PT Taspen. Ini merupakan pilot project pertama, yang diusulkan oleh anggota Taspen, khususnya para ibu. “Taspen meresmikan perbaikan rumah tidak layak huni di 2 tempat, yaitu Ciruas (Kabupaten Serang) dan Cipare (Kota Serang). Anggarannya Rp35 juta untuk perbaikan satu unit rumah,” kata Mansur. (Fauzan Dardiri)