SERANG – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten mengecam keras organisasi radikal yang mengatasnamakan Islam. Hal ini karena radikalisme atau dakwah dengan cara kekerasan dianggap tidak mencerminkan akhlak Nabi Muhammad SAW yang menebar Islam sebagai rahmatan lil alamin.

“Kami mengecam ISIS. Cara seperti itu sudah di luar batas kemanusian. Kalau melihat cara-cara pembunuhan semacam itu dalam sejarahnya pernah dilakukan oleh orang-orang khawarij. Jika tidak satu kelomok akan dikecam dan dibunuh,” terang Sekretaris PWNU Banten Endad Musadad kepada wartawan di sela Harlah NU ke-89 dan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, di Kantor PWNU Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu (14/3/2015).

Endad menyebutkan, NU itu punya prinsip berdakwah dengan asas pertengahan, keadilan dan keseimbangan. “Ini dilakukan untuk dakwah sebagai rahmatan lil alamin. NU tidak serta merta membombardir paham di luar Islam,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Endad mengimbau agar masyarakat Banten tidak mengikuti atau bergabung dengan ISIS. “Kalau NU mengecam karena bertentangan dengan misi nahdiyin. Itu merusak cirta Islam disandingkan dengan pedang. Kita mencontoh rasul berdakwah tidak dengan itu,” jelasnya.

Plt Gubernur Banten Rano Karno usai memberikan sambutan, menegaskan bahwa Pemprov Banten terus melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat untuk menangkal gerakan radikalisme. “Banten ini saya yakin masih kuat dengan agama,” ujarnya.

Ditanya apakah ada warga Banten yang ikut bergabung dengan ISIS, Rano tidak bisa memastikannya. “Kita belum tahu data hari ini kalau tidak salah kan yang ada dari Surabaya yah,” katanya. (Wahyudin)