Jarang orang punya kesempatan seperti CEO startup JobMine, Rahel Maharani. Wanita lulusan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Gadingserpong  mendapat undangan dari putra mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman dalam Misk Global Forum (MGF) 2017.

SEBELUM berangkat ke ajang MGF, Rahel bersama tim-nya mengikuti sejumlah program inkubasi berbasis startup. Dalam program itu, dia bersama tim mendapatkan banyak masukan dari para mentor, komunitas, co-working space dan manajemen Skystar Ventures UMN.

Perempuan kelahiran Jakarta, 17 Januari 1996 tersebut juga tak menyangka bisa mewakili kampus dan Indonesia di forum dan seminar bergengsi tersebut.

Apalagi menurutnya di Saudi Arabia, dirinya bertemu dengan banyak calon pemimpin muda dari seluruh dunia yang memiliki banyak sekali ide dan gagasan smart.

”Saya merasa terhormat bisa terpilih dan mewakili kampus di ajang MGF ini. Soalnya, banyak ketemu orang dengan pemikiran dan gagasan yang bisa diambil untuk kepentingan bisnis startup,” kata wanita yang kini berusia 21 tahun itu.

MGF merupakan forum seminar platform berkelanjutan yang dihadiri oleh para pemimpin muda dari seluruh dunia. Dalam acara tersebut, para pencipta dan pemikir bersama-sama dengan inovator global mapan mengeksplorasi, mengalami, dan bereksperimen untuk menghadapi tantangan perubahan dunia.

Di ajang tersebut, Rahel juga berkesempatan berdiskusi dan mempresentasikan gagasan tentang startup JobMine milikinya di depan puluhan peserta MGF. Bukan hanya cerita kesuksesan, namun rintisan membuat startup-nya juga disampaikan Rahel. Salah satunya harus mengubah konsep bisnis sebanyak lima kali sebelum lahirnya startup JobMine.

”Ukuran startup berhasil itu berani berinovasi, termasuk mengambil risiko dengan dukungan tim yang kuat. Anak muda itu harus menginspirasi dan menjadi garda terdepan dalam setiap perubahan,” ujar Rahel yang berkata langsung mendapatkan tepuk tangan dari puluhan pemimpin muda lainnya.

JobMine merupakan salah satu portal yang dibuat untuk membantu dan mempertemukan mahasiswa dengan perusahaan atau startup yang membutuhkan jasa freelance, part time, atau magang. Melalui JobMine ini, Rahel berharap dapat menciptakan mutual benefit antara mahasiswa dengan perusahaan. Termasuk menginspirasi mahasiswa lainnya dalam berkontribusi bagi perekonomian bangsa dengan membuka lapangan pekerjaan baru.
”Hadirnya startup ini sebagai upaya saya dan tim mengurangi pengangguran, dan membuka kesempatan lapangan pekerjaan baru sebagai solusi,” tuturnya.

Sebelumnya Rahel bersama tim Skystar Ventures UMN juga pernah mencoba dan mengembangkan startup lainnya seperti Track Me (hardware yang membantu customer menemukan barang-barang yang hilang), Lalu Lalang (platfrom marketplace penyedia jasa sewa mobil), Cari Tukang (paltfrom penyedia jasa tukang), dan Birthday Bash (marketplace penyedia vendor dekorasi pesta ulang tahun). (Ade Maulana/RBG)

BAGIKAN