Kepala Dispora Banten Deden Apriandi (kiri) berbincang dengan Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo di sela acara buka bersama di Sekretariat KONI Banten, Cipocokjaya, Kota Serang, Jumat (16/6) sore.

SERANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banten telah menggulirkan program unggulan yang bertajuk Pemusatan Pelatihan Daerah (Pelatda) Jangka Panjang 2017. Program itu digulirkan sebagai langkah strategis untuk peningkatan prestasi atlet Banten pada PON XX Papua 2020.

Bahkan, Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo mengingatkan kembali kepada cabang olahraga (cabor) dan atlet yang terlibat dalam program Pelatda Jangka Panjang KONI Banten 2017 untuk tetap berlatih selama Ramadan. Hal itu disampaikan Rumiah pada saat menyampaikan sambutan pada acara buka bersama KONI Banten dengan perwakilan pengurus provinsi (Pengprov), pelatih, atlet, masyarakat sekitar Sekretariat KONI Banten, anak yatim piatu, dan kaum duafa.

Pada acara yang dihadiri Kepala Dispora Banten Deden Apriandi, Sekretaris Dispora Ai Suzana Deha, dan perwakilan KONI kabupaten kota se-Banten, KONI Banten juga memberikan santunan kepada 50 anak yatim piatu dan kaum duafa.

Ditemui usai buka bersama, Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo mengatakan, 63 atlet penghuni Pelatda Jangka Panjang KONI Banten 2017 secara intens menjalani program yang telah disiapkan masing-masing pelatih. Bahkan selama Ramadan, atlet pelatda tetap menjalani rutinitas latihan seperti biasa.

“Kami sudah menerjunkan tim monitoring dan bahkan saya sendiri turun langsung monitoring ke beberapa cabor. Sejauh ini cabor yang kami monitoring benar-benar menjalani pelatda. Dari awal saya sudah sampaikan kepada atlet agar tidak menjadikan Ramadan sebagai alasan untuk tidak berlatih. Ramadan tidak boleh jadi halangan untuk berlatih,” kata Rumiah kepada awak media di Sekretariat KONI Banten, Cipocokjaya, Kota Serang, Jumat (16/6) malam.

Mantan Kapolda Banten itu menambahkan, Pelatda Jangka Panjang digulirkan lantaran KONI Banten memiliki tantangan yang cukup berat pada PON XX Papua 2020. “Seluruh insan olahraga di Banten sudah satu suara, satu visi dan misi, dan satu tujuan di PON XX Papua 2020. Banten kudu berhasil menembus jajaran peringkat sepuluh besar. Banten harus lebih cemerlang di PON XX,” tegas Rumiah.

Sementara itu, Kepala Dispora Banten Deden Apriandi menyatakan, Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya mendukung dan men-support program-program pembinaan atlet prestasi melalui KONI Banten. Bahkan beberapa waktu lalu, Pemeritah Provinsi Banten melalui Dispora Banten telah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Keolahragaan kepada DPRD Banten untuk dijadikan peraturan daerah (perda).

“Sekarang tengah dibahas di DPRD. Bahkan DPRD telah membentuk panitia khusus (Pansus) Perda. Mudah-mudahan Raperda tersebut disahkan menjadi perda. Dengan demikian, KONI Banten bisa lebih leluasa dalam melakukan pembinaan,” ucapnya.

Dalam Raperda itu, diusulkan anggaran untuk pembinaan olahraga sebesar dua persen dari APBD Provinsi Banten. “Misalnya, APBD Provinsi Banten sebesar Rp10 triliun, berarti untuk pembinaan KONI sebesar Rp200 miliar. Prestasi memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, baik untuk memenuhi sarana dan prasarana dan lainnya. Mudah-mudahan kita doakan bersama Raperda Keolahragaan menjadi perda,” tandas Deden. (Andrea AP)

BAGIKAN