LEBAK – Gubernur Banten Rano Karno mengaku bingung melihat aksi yang dilakukan sejumlah warga yang menghalangi iringan mobilnya Sabtu di Desa Cikumpang, Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak saat menuju Cisungsang untuk menghadiri upacara Seren Taun, Minggu (6/9/2015).

“Saya merasa aneh, hendak menghadiri undangan, saya dihalangi oleh sekelompok orang,” kata Rano Karno saat ditemui di Desa Cisungsang, Kabupaten Lebak.
Rano menambahkan, sebagai daerah yang sedang dalam proses pembangunan, diharapkan masyarakatpun memiliki mental pembangunan, artinya masyarakat harus berfikiran terbuka dalam proses perubahan pembangunan tersebut dan lebih bersabar.

“Sedang dibangunkan jalan tapi gak mau ngebul, gimana bisa sedang proses pembangunan jalan tapi tidak mau ngebul. Jadi saya harap masyarakat lebih bersabar,” kata Rano.
Rano melanjutkan daerah Banten bagian selatan saat ini sedang menjadi perhatian pemerintah, khususnya dalam pembangunan untuk menunjang paiwisata. Kata Rano, Pemprov Banten menargetkan, wisata di Banten selatan akan menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.

“Apalagi dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean, kita semua harus siap menerima perubahan tersebut” jelasnya.

Untuk diketahui, sekumpulan warga mengahalangi iring-iringan mobil Gubernur Banten yang hendak menghadiri acara Seren Taun di Cisungsang. Aksi warga tersebut dilakukan sekitar pada pukul 17.30 WIB.

Dari pantauan radarbanten.com, sejumlah warga berteriak mengenai rusaknya jalan akibat banyak mobil yang melebihi tonase melintas jalan tersebut. Meluapkan kekesalan, warga bahkan menginjak-injak kendaraan Dishubkominfo dan juga melakuan pengrusakan ke mobil dinas dengan cara memukul dan melempar batu. (Bayu)