JAKARTA – Langkah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) yang melakukan orasi dalam kampanye terbuka Partai Gerindra di Gelora Utama Bung Karno, Jakarta beberapa waktu lalu dinilai salah dan melanggar etika politik.

Hal itu merupakan keputusan dalam rapat pengurus harian DPP PPP dengan Majelis Pertimbangan dan Majelis Pakar DPP PPP, Jumat (18/4/2014) malam.

“Kehadiran Ketum Suryadharma Ali dalam kampanye terbuka adalah langkah politik yang salah, melanggar etika politik,” kata Ketua DPP PPP Rusli Effendi di kantor DPP PPP, Jakarta, Sabtu (19/4/2014).

Rusli menyatakan, Suryadharma dinilai memperlihatkan perilaku politik berlebihan dan menjatuhkan moral kader di semua tingkatan. Langkah Suryadharma, menurut Rusli, melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga partai.

“Hal itu melanggar konstitusi (AD/ART) partai, menjatuhkan nama PPP, dan melanggar keputusan Mukernas II dan surat instruksi DPP PPP Nomor 1109/2013,” ujar Rusli.

Karena itu, Rusli menyatakan, MPP PPP memberikan peringatan pertama kepada Suryadharma sehingga tidak memposisikan diri di atas konstitusi PPP. “Dan tetap berada di jalur konstitusi dan prinsip perjuangan partai,” tandasnya. (JPNN)
BAGIKAN