SERANG – Sebanyak 193 siswa tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan 289 tingkat madrasah tsanawiyah (MTS) tahun ini tidak mengikuti ujian nasional (UN) dan masuk kategori tidak aktif.

“Kita sudah melakukan pendataan sejak Oktober 2014 untuk siswa yang akan mengikuti UN ini,” kata Cahyono Purawiguna, Kasi Guru dan Kurikulum SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, saat ditemui di kantornya, Rabu (6/5/2015)

Cahyono belum mengetahui alasan mereka tidak mengikuti ujian. “Dugaan sementara, ada yang pindah sekolah, ada yang dinikahkan dan ada yang bekerja, sehingga mereka tidak bisa melanjutkan sekolah. Karena kalau yang postif akan mengikuti ujian susulan, untuk SMP 16 siswa dan MTs 23 siswa,” ujar Cahyono

Dikatakan Cahyono, jumlah siswa yang tidak mengikuti ujian ini tersebar di sejumlah daerah. Paling banyak yaitu yang masuk sub-Rayon 03 yaitu wilayah Ciomas, Pabuaran, Baros, Padarincang.

Ia mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada para sekolah untuk menekan angka anak yang tak melanjutkan pendidikannya.”Tetapi ujung tombaknya ada pada satuan tenaga pendidik, ditambah kurangnya kesadaran orangtua akan pentingnya ijazah bagi anak-anak,” imbuhnya. (Rahmat)

BAGIKAN