LEBAK – Berdasarkan data dari Kanwil Kementrian Agama Provinsi Banten, bahwa tanah wakaf di Kabupaten Lebak mencapai 3.261 jumlah lokasi, 1.405 jumlah yang sudah bersertifikat, yang sedang di proses BPN 17, 644 proses di KUA dan 1.211 belum ada Akta Ikrar Wakaf (AIW) dan PPAIW (Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf ).

Hal tersebut dikatakan ketua BWI Kabupaten Lebak Syaifullah Saleh dalam rapat koordinasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Lebak di Aula Multatuli Setda Lebak, Selasa ( 14/11). Rapat koordinasi tersebut dibuka oleh Bupati Lebak dalam hal ini diwakili Asisten Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat Setda Lebak Dedi Lukman.

“Jika memperhatikan data tersebut, cukup berat tugas yang di emban oleh pengurus BWI Lebak mengingat masih banyak tanah wakaf yang harus segera diproses,” ungkap Syaifullah saat sambutannya di Aula Multatuli Setda Lebak, Selasa (14/11).

Syaifullah Saleh juga mengatakan, rakor ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang perwakafan dan untuk membuat rencana program dan kegiatan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Lebak periode tahun 2017-2020.

“Saya berharap peserta rakor dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang pengelolaan wakaf dan pola serta prosedur sertifikasi tanah wakaf di Kabupaten Lebak,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat Setda Lebak Dedi Lukman mengatakan, untuk mendukung agenda strategis dalam mengembangkan dan memajukan perwakafan BWI Lebak yang mempunyai tugas dan wewenang dalam melakukan pembinaan terhadap harta benda wakaf dan nazhir.

Pemerintah daerah, lanjutnya, sangat mendukung BWI dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf, serta melakukan pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf berskala nasional dan internasional, memberikan persetujuan dan izin atas perubahan peruntukan status harta benda wakaf, memberhentikan dan mengganti nazhir, memberikan persetutujuan atas penukaran harta benda wakaf, memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah dalam menyusun kebijakan di bidang perwakafan.

“Untuk mengawali keseriusan penyelenggaraan wakaf, saya berharap kepada pengurus BWI Lebak, agar dapat mendata dan mengiventarisir semua tanah wakaf yang ada di Kabupaten Lebak, sampai ke kampung-kampung” ungkapnya. (Omat/twokhe@gmail.com).

BAGIKAN