Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi ancaman bagi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017.

Hal itu disampaikan Direktur Riset Cyrus Network Eko David Dafianto saat memaparkan survei bertajuk Menakar Peluang Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini Memimpin DKI Jakarta di Menteng, Jakarta, Kamis (7/5).

Berdasarkan survei, Ahok masih menempati peringkat pertama dengan angka 26,4 persen. Dia dikuntit beberapa tokoh beken seperti Jokowi Widodo, Ridwan Kamil, Fauzi Bowo, Tri Rismaharini, Nachrowi Ramli, Prabowo Subianto, Abraham Lunggan, Djarot Saiful, Biem Benyamindan Boy Sadikin.

Hal yang sama juga terjadi jika elektabilitas tokoh dengan penyodoran nama dan foto. Ahok tetap berada di posisi pertama dengan angka 33,9 persen. Dia diikuti Tri Rismaharini, Ridwan Kamil, Nachrowi Romli, Abraham Lunggan, Biem Benyamin, Susi Pudjianti, Boy Sadikin, Fahira Idris, Faisal Basri, Djarot Saiful dan Azwar Anas.

Perbedaan antara Ahok dan Ridwan Kamil semakin tipis jika dilakukan simulasi.

“Ahok 42,5 persen dan Ridwan Kamil 38,6 persen yang belum putuskan 13,8 persen dan tidak jawab 5,1,” kata Eko.

Margin semakin menipis jika dilakukan head to head antara Ahok dan Risma. “Ahok 42,8 persen, Risma 37,2 persen. Sementara tidak tahu 14,3 persen dan tidak jawab 5,7 persen,” ucap Eko.

Berbeda ketika publik disuguhkan head to head antara Ahok dengan Wakil Gubernur Djarot Saiful. Ahok mengemas angka 48,2 persen, sedangkan Djarot 24,2 persen. “Jadi Djarot tidak kuat, padahal dia wakilnya Ahok,” ucap Eko.

Survei ini dilakukan dari tanggal 14-30 April 2015 menggunakan metode wawancara tatap muka langsung dengan tingkat kepercayaan 95 persen serta margin of error 3,1 persen. Survei dilakukan terhadap 1.000 responden di 42 kecamatan di Jakarta. (gil/jpnn)