Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo foto bersama pengurus MI se-Banten saat menghadiri Musprov II MI Banten 2017 di Hotel Le Dian, Kota Serang, Sabtu (17/6).

SERANG – Roni Alfanto terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Banten periode 2017-2021. Terpilihnya Roni secara aklamasi lantaran ia menjadi calon tunggal pada Musyawarah Provinsi (Musprov) II MI Banten 2017 yang dilangsungkan di Hotel Le Dian, Kota Serang, Sabtu (17/6).

Musprov II MI Banten juga dihadiri Ketua Umum PB MI Sudirman, Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo, dan perwakilan seluruh pengurus cabang (pengcab) MI se-Banten.

Usai terpilih, Roni mengatakan, ia telah menyusun rencana kerja jangka panjang yang dimulai dari menjaring atlet-atlet terbaik dari kabupaten kota se-Banten untuk dipersiapkan mengikuti kejuaraan single event seperti liga nasional (Liganas), kejuaraan nasional (kejurnas) muaythai, dan muaythai one night 2017.

“Kami memiliki program kerja dengan memperbanyak menerjunkan atlet di berbagai event atau kejuaraan. Tujuannnya agar jam terbang, pengalaman, dan mental bertanding atlet semakin terasah. Atlet harus ikut kompetisi sebanyak-banyaknya,” kata Roni kepada awak media di Hotel Le Dian, Kota Serang, Sabtu (17/6).

Roni menambahkan, untuk mengirimkan atlet ke setiap kejuaraan single event yang diadakan PB MI, pihaknya mengalami sedikit kendala finansial. “Anggaran bantuan yang kita dapat dari KONI Banten hanya untuk sekali ikut kejuaraan saja, itu pun nilainya terbatas. Sehingga kita harus mencari tambahan dana karena Liganas digelar empat kali setahun dan kejurnas sekali. Dari mana aja kita cari dana tambahannya yang penting atlet kita bisa main,” ungkap Ketua DPD NasDem Kota Serang itu.

Untuk mencapai target itu, semua pihak harus saling bersinergi agar pembinaan tetap berjalan baik. “Kalau program dilakukan secara berjenjang, saya yakin kita bisa dapat medali emas di PON XX Papua 2020. Tapi perlu dukungan teman-teman (pengcab-red) semua. Saya tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Anggota DPRD Kota Serang tersebut.

Pembinaan muaythai yang telah berjalan rutin baru ada di dua pengcab, yakni Kota Serang dan Kota Tangerang. Dua kota itu rutin memberikan kontribusi atletnya untuk dikirimkan ke setiap event nasional. “Kami berharap pengcab lain mencontoh seperti Kota Serang dan Kota Tangerang. Di Banten sendiri baru ada enam pengcab, yang belum yaitu Tangsel dan Lebak,” jelasnya.

Ketua Umum KONI Banten, Rumiah Kartoredjo optimistis dengan sinergitas prestasi mauythai Banten akan lebih baik lagi. “Saya yakin dengan semangat kebersamaan, yang tadinya atlet muaythai di eksibisi PON Jawa Barat dapat perak, di Papua nanti bisa berubah jadi medali emas. Tentunya ini kembali kepada pengcab, karena mereka yang punya atletnya. Perlu sinergitas mulai dari KONI, Pengprov, dan Pengcab untuk menuju Banten cemerlang di Papua,” ucap mantan Kapolda Banten itu.

Saat ini, ada sebanyak 18 atlet asal Banten yang tergabung bersama tim pemusatan Pelatihan Nasional (Pelatnas) SEA Games Malaysia 2017 dan Asian Games Indonesia 2018. “Dua diantaranya atlet muaythai Madlani dan Sandi Hidayat. Saya harap Madlani dan Sandi mengibarkan sang merah putih di pentas dunia,” harapnya.

Ketua Umum PB MI Sudirman menilai, Pengprov MI Banten merupakan satu-satunya di Indonesia yang disiplin perihal organisasi. “Banten satu-satunya pengprov yang tepat waktu dalam melakukan musprov. Ini bentuk keseriusan dalam memajukan muaythai. Karena itu saya memilih datang ke sini,” tuturnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, ada tiga unsur untuk mendulang prestasi. Pertama pembinaan organisasi, kedua pembinaan prestasi, dan yang ketiga pembinaan mobilisasi sumber daya.

“Saya yakin dibawah kepimpinan Pak Roni Alfanto, muaythai Banten bisa mengelola ketiga unsur ini. Kalau ketiga unsur ini sudah berjalan saya yakin atlet-atlet muaythai Banten akan terus bermunculan meraih prestasi di kancah nasional dan dunia,” tandasnya. (Andre AP)

BAGIKAN