SERANG – Kewibawaan Provinsi Banten di tahun 2014 ambruk.
Hal ini disampaikan oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurrahman
Ruki ketika memberikan orasi di Kongres Rakyat Banten (KRB) II di Ruang
Paripurna DPRD Banten, Senin (24/3/2014).

“Banten dijadikan contoh fenomena yang negatif, yakni
politik dinasti,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa politik dinasti sebagai bentuk politik
sangat rentan penyelewengan dan korupsi. “Politik dinasti mengabaikan kompetensi
seseorang. Sebaik apapun kompetensi seseorang, ia tidak akan punya kesempatan
di tengah politik dinasti,” ujarnya.

Kalau Banten ingin ada perubahan, lanjutnya, pemimpin nonformal
yakni masyarakat Banten harus berani bergerak. “Kita ingin ada perubahan
di Banten. Pemimpin nonformal harus bergerak memilih pemimpin yang
amanah,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama ia mebagikan tulisannya kepada
hadiri. Acara diskors dua jam. Peserta KRB II akan kembali mengikuti acara
pukul 14.00 WIB di Ruang Paripurna DPRD Banten. (WAHYUDIN)