Rumah Ambruk Disapu Puting Beliung

Keluarga Mukri menunjukkan rumahnya yang ambruk akibat tersapu angin puting beliung di Kampung Masigit, Desa Carengan Udik, Kecamatan Kopo, Kamis (14/9). FOTO: BPBD KABUPATEN SERANG FOR RADAR BANTEN

KOPO – Rumah milik Mukri, warga Kampung Masigit, Desa Carenang Udik, Kecamatan Kopo, ambruk akibat disapu angin putting beliung, Rabu (13/9). Rumah Mukri termasuk salah satu rumah tidak layak huni (RTLH) di Kecamatan Kopo.

Camat Kopo Asmawi membenarkan, rumah salah satu warganya ambruk akibat angin puting beliung. Kejadiannya sekira pukul 15.00 WIB. Penyebabnya, kondisi rumah yang sudah rapuh tak mampu menahan kencangnya angin. “Bangunan rumahnya sudah tua, terbuat dari bilik. Ditambah kena angin kencang makanya ambruk,” jelas Asmawi yang ditemui Radar Banten di halaman Setda Kabupaten Serang, Kamis (14/9).

Asmawi mengaku, sudah membuat pelaporan soal bencana yang menimpa warganya itu kepada Pemkab, dengan harapan rumah Mukri mendapatkan bantuan perbaikan. “Sudah dibuat proposalnya untuk Pemkab, Baznas, dan Pemprov Banten,” ujarnya.

Menurut Asmawi, rumah Mukri termasuk salah satu dari 300 RTLH di wilayahnya yang diusulkan untuk direhabilitasi. Sebelumnya, data rumah Mukri sudah diserahkan kepada Pemkab agar mendapatkan bantuan program bedah rumah.

“Itu rutilahu (menyebut RTLH-red) yang sudah kita ajukan,” ungkapnya.

Asmawi berharap, rumah Mukri segera ditangani Pemkab karena termasuk warga tidak mampu. “Semoga cepat dibangun rumahnya. Kasihan kan, sudah enggak punya rumah,” tandasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma membenarkan adanya rumah ambruk akibat sapuan angin puting beliung. Ia mengaku sudah menerjunkan personelnya untuk melakukan assessment di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil assessment, kata Nana, rumah Mukri merupakan bangunan semi permanen yang terbuat dari bilik. Kondisinya saat ini rusak berat.

“Kerugiannya ditaksir Rp15 juta sampai Rp20 juta,” ujar Nana.

Kata Nana, tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu. Namun, pemilik rumah mengalami luka-luka karena tertimpa reruntuhan rumah. “Saat ini, pemilik rumah, sementara tinggal di rumah kerabatnya,” terangnya. (Rozak/RBG)

BAGIKAN