Rusuh, Tujuh Suporter dan Seorang Polisi Dirujuk ke RSKM

Petugas mengejar pendukung Cilegon United dan PSS Sleman yang terlibat bentrok di Stadion Krakatau Steel Cilegon, Jumat (6/10).

CILEGON – Laga lanjutan 16 besar Liga 2 Indonesia antara Cilegon United dan PSS Sleman di Stadion Krakatau Steel berlangsung rusuh. Tidak ada korban jiwa, tetapi insiden itu sempat membuat pertandingan harus dihentikan sebelum laga usai.

Pantauan Radar Banten, pada awalnya pertandingan berjalan mulus, hingga akhir babak pertama beres skor 0-1 untuk keunggulan PSS Sleman. Namun, memasuki babak kedua, seorang pemain PSS Sleman dilanggar oleh salah seorang pemain CU. Lantaran kesakitan, ia ditolong oleh tim medis.

Hanya saja, tim medis PSS Sleman seperti mengulur waktu lantaran bertindak lambat saat memberi pertolongan. Merasa tak sabar ingin melanjutkan pertandingan, salah seorang pemain CU berupaya mengusir tim medis dari lapangan dengan cara mendorong sehingga anggota medis terjatuh.

Kericuhan pun tak dapat dihindari. Para pemain PSS Sleman membela anggota medis yang didorong pemain CU. Saling dorong antar-pemain pun terjadi hingga akhirnya terjadi lemparan botol air mineral dari arah tribun. Beruntung panitia dan aparat kepolisian berhasil melerai sehingga pertandingan bisa dilanjutkan.

Berselang 15 menit kemudian, keributan kembali terjadi setelah CU berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Kali ini, kerusuhan dipicu adanya lemparan botol di tribun timur. Lemparan diduga dilakukan suporter CU kepada suporter PSS Sleman. Dari situlah terjadi saling lempar antar-suporter kedua kesebelasan. Kali ini bukan hanya botol air minum. Material batu dan kayu melayang di udara hingga membuat pendukung CU kocar-kacir.

Puluhan personel polisi berupaya keras meredam kerusuhan. Sampai-sampai polisi menembakkan gas air mata ke arah suporter yang ricuh. Pertandingan berhenti sekira 15 menit. Setelah ketegangan mereda, pertandingan berlanjut hingga wasit meniupkan peluit panjang dengan skor imbang 2-2.

Keributan justru terjadi kembali setelah pertandingan usai. Para pendukung PSS Sleman yang hendak menghampiri tim kebanggaannya malah dilempari botol air mineral dari arah tribun barat yang dihuni para pendukung CU. Kerusuhan pecah lantaran suporter PSS Sleman tak terima hingga terjadi aksi saling balas lemparan.

Polisi pun kembali bertindak tegas dengan beberapa kali menembakkan gas air mata kepada kedua kubu. Akibatnya, sejumlah pendukung kedua kesebelasan terkapar pingsan dan harus dievakuasi ke tribun. Polisi kemudian mengusir seluruh pendukung CU dari dalam stadion. Setelah stadion steril dari pendukung CU, polisi mengawal pemain dan pendukung PSS Sleman hingga bus untuk segera pulang.

Sumardi, salah seorang pendukung CU mengaku terkejut adanya keributan. Ini karena pada awalnya pertandingan berjalan damai. “Saya enggak tahu siapa yang memprovokasi duluan. Tiba-tiba terjadi saling lempar botol, batu, dan kayu. Untung saya enggak kenapa-napa,” ungkapnya.

Kapolres Cilegon AKBP Romdon Natakusuma mengatakan, pihaknya terpaksa membubarkan kericuhan antarsuporter dengan menembakkan gas air mata kepada suporter. “Bentrok antarsuporter terjadi pada menit ke-80,” kata Romdon.

Romdon mengungkapkan, dalam bentrokan mengakibatkan tujuh orang menjadi korban dari kedua kubu. Korban pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM). “Ketujuh korban itu terdiri dari tiga orang dari Cilegon dan empat orang dari PSS Sleman,” katanya.

Kapolres mengakui, tujuh korban tersebut bukan karena saling pukul, tetapi karena terkena tembakan gas air mata yang ditembakkan oleh petugas. “Ada juga petugas kita yang jadi korban, yaitu Kanit Sabhara bernama Iptu Pariyanto yang kena pukul suporter PSS Sleman,” katanya.

Sama dengan tujuh korban yang dibawa ke RSKM, Iptu Pariyanto juga langsung dibawa ke RSKM untuk dilakukan perawatan lebih lanjut. “Alhamdulillah sampai sekarang korban yang di RSKM tidak ada yang sampai meninggal,” lanjut Romdon.

Sebenarnya, kata Kapolres, sebelum pertandingan, petugas kepolisian sudah melakukan sweeping kepada para suporter. “Ada satu suporter PSS Sleman yang kita amankan lantaran membawa miras (minuman keras). Sedangkan yang lainnya tidak ada,” imbuh Romdon.

Kondisi mulai aman sekira pukul 18.00 WIB. Sebelum kondisi aman, pihaknya melakukan sterilisasi terlebih dulu di sekitar stadion KS. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa pemain dan suporter PSS Sleman dalam keadaan aman ketika akan berangkat pulang. “Kita antarkan sampai tol dan sampai benar-benar situasi aman terkendali,” tutur Romdon. (Ibnu M-Umam/RBG)