Sah! Ini Nilai UMK Banten 2016, Tertinggi Kota Cilegon

Gubernur Banten, Rano Karno

SERANG – Gubernur Provinsi Banten, Rano Karno, telah mengesahkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Pengesahan tersebut seiring dengan telah ditandatanganinya Surat Keputusan Gubernur Banten, No. 561/Kep.519-Huk/2015 tentang penetapan upah minimum kabupaten/kota se-Provinsi Banten.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, Hudaya, Minggu (22/11/2015). “Adapun rinciannya, Kabupaten Serang Rp3.010,500, Kabupaten Lebak Rp1.965.000, Kabupaten Pandeglang Rp1.999,981, Kabupaten Tangerang Rp3.021.650, Kota Tangerang Rp3.043.950 Kota Tangsel Rp3.021,650, Kota serang Rp2.648.125 dan Kota Cilegon Rp 3.078.057,” kata Hudaya.

Hudaya melanjutkan, ketetapan Gubernur tersebut mengacu kepada PP 78/2015, tentang Pengupahan. “Kita harus taat azas, Peraturan Pemerintah itu diterbitkan untuk kepentingan yang lebih luas dalam aspek kesejahteraan para pekerja atau buruh. Harus dipahami secara lebih mendalam, bahwa upah minimum itu diterbitkan sebagai garis pengaman untuk upah yang akan diformulasikan oleh perusahaan dalam menyusun skala upah untuk masing-masing pekerja, dari aspek lain. Seperti halnya tunjangan masa kerja, jaminan kesehatan, jaminan ketenagakerjaan, jaminan pensiun dan lain sebagainya, termasuk insentive lemburnya,” papar Hudaya.

Dalam PP 78 ditegaskan bahwa setiap perusahaan wajib menjalankan ketentuan itu. Perusahaan yang tidak menjalankannya bisa mendapat sanksi dari teguran tertulis sampai dengan pembekuan izin usahanya. “Ini yang harus dikawal oleh para Serikat pekerja sesungguhnya. Bukan pada pembatalan PP nya,” tambah Hudaya. (Bayu)