RANGKASBITUNG – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Provinsi Banten menyisakan sampah di Terminal Cileuweng, Kecamatan Rangkasbitung. Sampah bekas bungkus makanan dan plastik berserakan sehingga membuat lingkungan terminal menjadi kumuh dan kotor.

Kemarin (19/3) sekira pukul 11.30 WIB, sampah bekas makanan menyebar di lingkungan terminal. Sampah kertas berwarna putih dan potongan styrofoam bekas mobil hias mendominasi sampah di terminal yang terbengkalai tersebut.
Salah seorang warga Pasir Ona, Kecamatan Rangkasbitung, Herman mengatakan, sampah di lingkungan terminal menumpuk sejak Selasa (17/3) sore. Sampai sekarang, sampah tersebut belum dibersihkan oleh petugas kebersihan.

Ia meminta petugas kebersihan untuk segera turun ke Terminal Cileuweng, jangan hanya membersihkan sampah di Jalan Siliwangi atau Stadion Pasir Ona saja. “Kita enggak ingin setelah MTQ sampah berserakan di pinggiran Kota Rangkasbitung,” kata Herman kepada Radar Banten, kemarin.

Dia mengakui, sampah di wilayah Pasir Ona, khususnya Jalan Siliwangi dan Stadion Pasir Ona sudah dibersihkan. Namun, kiranya belum menyebar ke sejumlah lokasi. “Jangan lakukan pembiaran karena keberadaan sampah di lingkungan terminal mengganggu pemandangan,” jelasnya. “Bupati Iti ingin mendapatkan penghargaan adipura. Jika lingkungan dikotori sampah, jangan pernah berharap panghargaan Adipura akan mampir ke Lebak,” imbuhnya.

Senada disampaikan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Lebak Deni Sopandi. Kata dia, kesadaran masyarakat menjaga kebersihan masih rendah. Buktinya, setelah pawai taaruf MTQ, sampah berserakan di mana-mana. Padahal, Pemkab Lebak sudah menyediakan puluhan tong sampah agar masyarakat tidak buang sampah sembarangan.
“Saya akui bukan hanya masyarakat Lebak yang buang sampah sembarangan. Tapi, kesadaran masyarakat dari kabupaten/kota di Banten untuk buang sampah pada tempatnya masih rendah,” jelasnya.

Keberadaan tumpukan sampah di Terminal Cileuweng tidak sejalan dengan dengan program Bupati Lebak. “Mudah-mudahan,tumpukan sampah di Cileuweng segera ditangani,” harapnya.

Kepala Dinas Kebersihan Kabupaten Lebak Sumardi belum bisa dimintai keterangan. Beberapa kali dihubungi, ponselnya dalam keadaan tidak aktif. (tur/zis/dwi/RB)