SERANG – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Serang Akhmad Mujimi, berjanji menindak tegas para pemilik warteg atau rumah makan yang buka pada siang hari saat Ramadan. Dikatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang sudah mengimbau dan dipertegas dengan penyebaran surat edaran agar rumah makan tak buka pada siang hari Ramadan.

“Kami tidak akan memberikan toleransi kepada pemilik rumah makan yang membandel tetap buka siang hari, akan langsung kita segel tanpa ada peringatan, karena sebenarnya mereka sudah tahu, ditambah lagi kami juga sudah mengimbaunya,” ungkap Mujimi kepada wartawan via telpon seluler, Senin (8/6/2015).

Dikatakan Mujimi, jam oprasional rumah makan selama Ramadan diatur melalui surat edaran Walikota, dimana mulai buka pukul 16.00 dan tutup setelah sahur. “Ini kan agenda rutin tahunan, dan kami yakin mereka sudah tahu aturan ini, jadi tidak ada toleransi lagi bagi yang membandel,” katanya.

Selain itu, tempat hiburan malam yang berkedok restoran dan caffe harus tutup tujuh hari sebelum Ramadhan atau H-7. “Kami akui, tempat hiburan ada dan itu ilegal karena tidak sesuai izin awalnya. Dan untuk menghormati bulan Ramadhan, maka kami minta untuk tidak beroperasi selama bulan Ramadhan,” kata Mujimi.

Lebih lanjut, Mujimi mengungkapkan, untuk jumlah personel sendiri ada 60 orang, ditambah bantuan dari TNI/Polri. Penutupan itu juga sesuai dengan kesepakatan para pengusaha hiburan. “Berkaca pada tahun lalu, memang sebelum Ramadhan mereka (pengusaha hiburan-red) tutup, begitu juga pas puasa, akan tetapi ketika mendekati lebaran atau H-3 mereka malah buka, dan alasannya karena kasihan kepada karyawannya,” ungkapnya. (Fauzan Dardiri)
BAGIKAN