MERAK – Dua pelaku pencurian diatas kapal yang berhasil diamankan oleh Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, Jumat (27/3/2015), bernama Iwan Antoni (39) dan Sukatma (36). Keduanya warga Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Keduanya tidak berkutik saat polisi menunjukkan barang bukti berupa dua unit telpon genggam dan uang tunai pecahan Rp100 ribu berjumlah Rp4 juta yang berhasil mereka curi dari dalam truk trailer bernopol L 8245 UZ yang dikemudikan Suparman.

Di hadapan petugas, Iwan yang mengaku sebagai pegawai di salah satu jasa angkutan penyeberangan di Bakauheni itu mengaku menggasak uang dan ponsel korban setelah sebelumnya berhasil mencuri kunci kendaraan dari Solihin, kernet truk yang pada saat itu terlelap tidur. “Saya pakai kunci kontak. Uang dan handphone itu saya ambil dari dalam dashboard truk,” ujarnya saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek KSKP.

Usai menggasak uang tunai senilai Rp5 juta milik korbannya, Iwan lalu membagi hasil jarahannya itu senilai Rp1 juta kepada Sukatma, yang pada saat itu bertugas memantau keadaan. “Uangnya saya pakai untuk nyawer biduan orgen tunggal di kapal, Rp1 juta. Sekali nyawer Rp100 ribu. Sisanya rencananya buat kebutuhan saya,” kata pria yang dipenuhi tato di tubuhnya itu.
Tidak disangka Iwan, usai menyawer, dirinya malah ditangkap oleh pengawal truk yang saat itu mengaku sempat memergoki aksinya. Saat menjalani pemeriksaan, Sukatma, rekan pelaku bahkan kaget dengan jumlah jarahan sebenarnya yang baru ia ketahui itu. “Jujur saja saya kecewa sama dia (Iwan-red). Dia ga bilang kalau hasilnya segitu,” lirih Sukatma.

Sementara itu, Kepala KSKP Merak AKP Nana Supriatna usai menjebloskan kedua pelaku di ruang tahanan sementara milik KSKP Merak menerangkan, keduanya akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Ancaman hukumannya tujuh tahun kurungan penjara,” katanya. (Devi Krisna)