BAGI pasangan yang sedang berusaha untuk memiliki momongan, frekuensi berhubungan seks memang penting. Ada pendapat yang menyebutkan, makin sering bercinta, makin besar pula peluangnya untuk hamil. Selain frekuensi, banyak juga pasangan yang melakukan perhitungan matematika untuk mengalkulasi kapan terjadinya ovulasi sehingga peluang kehamilan semakin besar.

Namun, meski hubungan seks di masa subur sangat dianjurkan, tetapi frekuensi yang terlalu sering tidak terlalu menguntungkan. Ini karena jam biologis tubuh sulit diprediksi. Meski siklus haid teratur, tetapi ovulasi bisa terjadi kapan pun selama siklus tersebut. Selain itu, ada pendapat bahwa ejakulasi terlalu sering juga bisa membuat jumlah sperma lebih rendah.

“Pedoman umum untuk pasangan tanpa masalah kesuburan yang dikenal siap untuk menjadi orang tua didefinisikan sebagai berhubungan seks setiap hari. Itu berarti bahwa sperma seorang pria akan segar dan sehat yang tentunya ideal untuk pembuahan,” kata asisten profesor ob-gyn dan reproduksi, Elizabeth Fino, M.D, seperti dilansir laman Womens Health Magazine, Kamis (12/3).

“Jika ada masalah dengan jumlah sperma laki-laki atau ejakulasinya, maka disarankan bahwa pasangan hanya berhubungan seks sekali setiap dua atau tiga hari, yang memberikan pasangan Anda kesempatan untuk membangun kualitas dan kuantitas sperma mereka,” kata Fino.

Di sisi lain, tidak berhubungan seks selama lebih dari delapan hari dapat menjadi bumerang, karena pada saat itu kebanyakan sperma pasangan Anda telah mati yang tentunya tidak akan bisa membuahi sel telur Anda.(fny/jpnn)