Sebulan Kabur dengan Pacar, Bunga Digarap Belasan Kali

MENJALIN cinta dengan seorang lelaki, Bunga alias EH (13), nekat ikut kabur selama sebulan. Selama dalam pelarian itu, siswi SMP tersebut diajak ke sejumlah kota hingga akhirnya mahkotanya direnggut oleh Adi Saputra alias Supriadi alias Cecep (32).

Akibat dari perbuatannya itu, kini EH harus menanggung malu, dia sudah hamil 1 bulan. Orangtua yang mengetahui anaknya dinodai pun melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Akhirnya Supriadi alias Cecep berhasil diringkus pada Selasa (11/4) sekira pukul 23.00 WIB oleh Tim Opsnal Polsek Tenayan Raya.

Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Indra Rusdi menuturkan, kasus pencabulan yang dilakukan warga Jalan Mangga Besar, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, itu terungkap setelah dilaporkan oleh orangtua korban. Sebelumnya pelaku melarikan korban sejak Senin (13/3) lalu. “Dalam laporan orangtua korban, anaknya berinsial EH telah pergi dari rumah,” ujar Indra seperti dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (15/4).

Saat pergi dari rumah, orangtua korban menemukan selembar surat yang ditulis bahwa EH yang menyatakan pergi dengan pacarnya bernama Adi Saputra. “Saat itu orangtua korban menghubungi nomor HP sang pacar korban, tapi tidak diangkat. Dan pelapor mengirim pesan singkat agar anaknya diantarkan ke rumah,” sambung Indra.

Ternyata pesan singkat itu dibalas dan menyatakan EH dan kekasihnya sedang berada di Kampung Lalang, daerah Medan, Sumatera Utara (Sumut). Parahnya lagi, Adi Saputra alias Cecep meminta uang Rp400 ribu kepada orangtua EH untuk biaya pulang ke Pekanbaru.

Mendapat balasan seperti, akhirnya orangtua EH meminta bantuan kepada adik iparnya untuk melakukan pencarian keberadaan korban. Diketahui EH sedang berada di Jalan Mangga Besar, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. “Pelapor membuat laporan kepada kami untuk menangkap pelaku bersama anaknya, yang ditemukan di dalam kamar rumah tersebut,” ungkap Indra.

Ternyata setelah dilakukan interogasi, Adi Saputra mengaku bernama Supriadi alias Cecep. Selama bersama EH, Cecep telah melakukan hubungan badan dengan korban sebanyak 14 kali. Semua itu dilakukan sejak awal bulan Februari 2017 lalu.

Pertama kali dilakukan di Jalan Sepakat. Di sana Cecep menggarap EH sebanyak lima kali. Lantas dia mengajak Bunga di rumah kontrakan di Jalan Tapanuli Kulim dan melakukan perbuatan penuh dosa itu tiga kali.

Di Sorek, Pelalawan tiga kali dan terakhir tiga kali di rumah di kawasan Jalan Mangga Besar Pekanbaru pada Minggu (10/4) lalu. “Atas perbuatan itu, korban sudah mengalami hamil sekitar satu bulan,” jelas Indra

Korban hamil itu dibuktikan setelah dilakukan visum ver Revertum terhadap korban. Sehingga orangtua korban berharap pelaku dihukum setimpal karena masa depan anaknya telah dirusak oleh pelaku.

Sehingga pelaku dapat dijerat dengan Undang-Undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. “Saat ini tersangka telah kami amankan di Mapolsek Tenayan Raya,” kata Indra Rusdi. (man/iil/JPG)

BAGIKAN