CILEGON – Sekretaris Daerah Kota Cilegon Abdul Hakim Lubis membenarkan dirinya sudah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Senin (4/5/2015) Kemarin, terkait dengan proyek pembangunan trestle Pelabuhan Kubangsari tahun 2009 silam. Informasi yang dihimpun radarbanten.com, Lubis diperiksa secara bergantian bersama mantan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Cilegon Septo Kalnadi dan Supardi, Direktur PT Galih Medan Perkasa (GMP) selaku pelaksana proyek. “Kemarin saya diperiksa, saya mendapat sekitar 18 pertanyaan,” ujarnya saat ditemui di Setda Kota Cilegon, Selasa (5/5/2015).

Lubis mengatakan, rentetan pertanyaan yang ia terima tidak berbeda jauh dengan pertanyaan saat ia menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan persoalan yang sama pada tahun 2012 silam. “Pertanyaannya standar. Yah, masalah data-data pribadi kita. Tidak ada keterangan yang berbeda dari keterangan saya saat diperiksa KPK waktu itu,” tambah Lubis yang tepat berusia 59 tahun pada hari ini.

Sekda enggan berspekulasi arah dari pemeriksaan itu, kendati soal pembangunan trestle Pelabuhan Kubangsari itu telah menyeret mantan Walikota Cilegon Tb Aat Syafaat ke jeruji besi. “Kalau menjurus kemana (pemeriksaan Kejati-red), saya tidak tahu mau menjurus kemana. Yang pasti kita memberikan keterangan. Samalah dengan yang saya terangkan waktu di KPK dulu itu,” tandasnya. (Devi Krisna)