SERANG – Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten Ishak Newton membantah, bila dirinya bersama Ketua KNPI Banten Tanto Warsono Arban dianggap tidak fokus menggerakkan roda organisasi KNPI. Ini dikarenakan KNPI Banten terus melakukan program kerja sesuai dengan hasil rapat kerja dan pengurus.

“Secara organisasi, KNPI tetap independen, tetapi secara individu saya dan rekan-rekan tetap mempunyai kewajiban memenangkan Bung Tanto. Dan kebetulan saya bukan orang parpol jadi tidak masalah,” kata Ishak kepada radarbanten.com, Senin (14/9/2015).

Terkait dengan aktivitas kegiatan, Ishak membantah, bila kegiatan KNPI tidak berdasarkan kepentingan politik Tanto W Arban dan sebelum-sebelumnya dilakukan di Kabupaten dan Kota lainnya. “Kita fokus dan konsen pada program kerja sesuai dengan yang sudah ditetapkan. Termasuk juga dengan dua kegiatan KNPI Banten di Kabupaten Pandeglang. Ini normal saja tidak masalah,” katanya.

Wakil Ketua I DPD KNPI Banten Abidin Nasyar mengatakan, dengan kondisi saat pencalonan Ketua DPD KNPI menjadi calon Wakil bupati Pandeglang, tidak ada aturan yang mengharuskan yang mengatur Tanto Warsono Arban untuk mundur dari Ketua KNPI.

Abidin menjelaskan, bahwa Tanto saat memasuki masa kampanye tidak hadir dan membuka acara kegiatan, termasuk pada Musda DPD KNPI Pandeglang, karena memang dirinya faham dengan kondisi tersebut.

“Beliau faham betul, dirinya tidak hadir dan membuka acara Musda XIII Kabupaten Pandeglang bahwa sudah memasuki tahapan kampanye, ketika beliau hadir kan tidak bisa dipisahkan dari dirinya sebagai calon wakil bupati,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Serang M Ali Hanafiah membantah bila pernyataan yang di keluarkan oleh Sekretaris DPD KNPI bukan pernyataan yang telah melalui rapat pleno, melainkan pernyataan pribadinya.

“Itu pernyataan sekjen secara pribadi, yang jelas kita (DPD KNPI Kota Serang) sampai saat ini mengakui Bung Tanto sebagai Ketua DPD KNPI Banten. Kalau pun memang ada kesepakatan itu antar OKP (Organisasi Kepemudaan-red),” paparnya. (Fauzan Dardiri)