Kontestan 20 Besar Zetizen Icon Radar Banten 2k17 sebelum mengikuti meet the judges 2.

**Mengintip Keseruan Meet the Judges Session 2

Ajang pemilihan duta rubrik remaja Zetizen yakni Zetizen Icon Radar Banten 2K17 memasuki tahap ‘Meet the Judges Session 2’ alias audisi tahap kedua. Sebanyak 18 dari 20 kontestan yang telah lolos seleksi pertama dan mengikuti tahap kedua yang berlangsung di aula Graha Pena Radar Banten, Minggu (19/3) berupaya semaksimal mungkin menampilkan yang terbaik. Mulai dari decorate art cake, beladiri khas Banten seperti bandrong dan terumbu, sampai presenting.

Muhammad Tomi Ibnu, salah seorang kontestan asal SMAN 4 Kota Serang ini mengaku, tegang menghadapi audisi. “Di ruang audisi tadi, saya main marawis dan silat. Meskipun tegang pada awalnya, tetapi berkat doa, alhamdulillah lancar. Zetizen Icon acaranya seru dan asik, jadi sarana bagi remaja untuk menuangkan ide, bakat, dan kreativitasnya. Semoga hasilnya berbuah manis dan sebanding dengan usaha saya,” ujar siswa kelas XI ini saat ditemui selepas audisi.

Event ini merupakan rangkaian kegiatan first anniversary Zetizen Radar Banten yang jatuh pada 26 Februari. Berbeda dengan audisi tahap pertama, kali ini kontestan menghadapi para juri sekaligus dalam satu ruangan. Sebelumnya sebanyak 115 peserta hanya menghadapi dua juri dan dibagi dalam tiga ruang. Juri pada tahap ini ialah, Supervisor Zetizen Radar Banten Hilal Ahmad, Owner Balada Batik Banten Asep Mulyadi, broadcaster Gayuh Permadi, young entrepreneur Susi Nuril, dan tim leader Customer Service XL Center Cilegon Erliana. Mereka melakukan interview dan menantang kontestan untuk menunjukkan bakatnya.

Acara berlangsung seru. Registrasi ulang sekaligus pengisian absen dimulai pada pukul 13.00-13.30 WIB. Dilanjutkan pengarahan dari Tim Zetizen pada 13.30-14.00 WIB. Prosesi audisi berlangsung dari pukul 14.00-17.30 WIB. Sayangnya, dua kontestan putri tidak menghadiri audisi kali ini dengan beberapa alasan. Sehingga hanya terdapat 18 kontestan yang bertarung memperebutkan 10 slot finalis.

Aulia Laela, kontestan dari SMAN 1 Anyar ini ikut mengungkapkan kesannya. “Banyak talent luar biasa di 20 besar ini. Untuk hasilnya, diserahkan kepada Allah saja. Acara Zetizen Icon ini bagus banget, bakat yang terpendam bisa digali dan dieksplor. Kegiatan ini pun mengajarkan untuk tidak egois dan berjiwa sosial,” ujar perempuan berkacamata ini.

Selepas audisi, kegiatan dilanjutkan dengan ucapan dari para juri. Asep Mulyadi alias Kang Asep mengatakan seluruh kontestan 20 besar ini mempunyai potensi. “Semuanya berpotensi, namun tetap harus ditingkatkan dan digali. Saya salut dengan seluruh kontestan yang mempunyai keinginan untuk meningkatkan diri melalui audisi ini. Jangan berkecil hati apabila tidak lolos ke 10 besar, jadikan acara ini sebagai pembelajaran,” ujar lelaki yang bekerja di Cibaliung, Pandeglang ini.

Gayuh Permadi mengamini pernyataan Kang Asep. “Semuanya bagus dan berpotensi, berat bagi para juri untuk menentukan pilihan. Juri melihat head to head setiap peserta, kami (juri-red) mencari kontestan yang bisa digali dan dieksplor potensinya,” ujar lelaki asal Merak ini.

Erliana memberikan pesan untuk tetap belajar jadi lebih baik. “Kontestan 20 besar ini adalah orang terbaik dan terpilih. Semuanya bagus dan potensial. Untuk yang belum terpilih, jangan menyerah dan jadikan ajang ini sebagai pembelajaran agar lebih baik. Kontestan masih muda dan potensial. Mari lakukan hal positif,” ujar Erliana di hadapan para kontestan.
Sebanyak 10 finalis yang terpilih akan menjalani sesi pembekalan pada Minggu, (26/3) serta malam grand final Zet Icon 2K17 pada Sabtu, (1/4).

Ini 10 finalis Zetizen Icon Radar Banten 2017
– Revaldy Fahmi, Untirta, model iklan dan menekuni fotografu
– Daman Huri, SMKN 2 Kota Serang, video editor, pemain teater, piawai gitar, drum, keyboard, atlet basket.
– Tubagus Afendi, SMK Informatika, menekuni modeling, kaloigrafi, peringkat kelas, selebgram 10 K follower.
– M Tofan Sagara, Untirta, Duta Untirta, Duta Genre Banten, Top 10 Indonesian Model Search, Jajaka Sukabumi.
– Muhammad Tomi Ibnu Masud, menekuni segala jenis beladiri dan seni kriya, aktif taekwondo dan sepakbola.
– Paskalia Zefanya, SMP Mardi Yuana Cilegon, piawai keyboard, peringkat kelas, pengusur OSIS.
– Melia Triana, SMKN 1 Pandeglang, menekuni tari tradisional.
– Fitri Maryanih, SMKN 1 Kota Serang, menekuni masak-memasak dan teater, piawa dekorasi cake.
– Aulia Laela, SMAN 1 Anyer, juara puisi, piawai presenting, membaca puisi, pengurus OSIS dan PMR.
– Siti Rohmah, SMAN 1 Ciomas, remaja ceria, piawai modeling, dan renang. (riza-zetizen/zee/air/ags)