Selingkuh dengan Ibu, Siti Tutup Mata (Bag 1)

Love Story

0
83533
Love Story
Love Story

Seperti tidak pernah terjadi apa-apa, Siti (28) menjalani kehidupan rumah tangganya dengan normal. Pagi hari ia memasak sarapan untuk anak dan suami, lalu mandi, bersiap-siap ke kantor, cium tangan Dadan (32), nama samaran suami Siti, lalu pergi kerja. Tidak lupa Siti pun mencium tangan Ninik (40), nama samaran ibu kandung Siti, sebelum pergi bekerja.

Padahal ia tahu jika perselingkuhan kerap terjadi di rumah ketika dia pergi bekerja. Itu tidak lain antara Dadan dan ibunya sendiri, Ninik. Namun ia memilih tetap diam, karena ia berpikir lebih baik dengan ibunya daripada dengan wanita lain. Nah lo?

Kasus ini sempat berjalan pelik, sebab aib ini awalnya abu-abu di Pengadilan Agama. Pihak Pengadilan terpaksa menunda kasus tersebut hingga lebih dari satu tahun, lantaran kronologis antara pasangan selingkuh Dadan dan Ninik, berbeda dengan yang dikatakan Siti.

Namun yang pasti, Siti telah melaporkan perselingkuhan itu ke Pengadilan Agama. Ia melayangkan permohonan cerai dengan alasan sang suami berselingkuh dengan ibunya sendiri. Pada laporan itu, ia mengaku, tidak pernah tahu dengan perselingkuhan yang telah terjadi selama empat tahun lamanya ini. Namun berbeda dengan Siti, Ninik dan Dadan menyatakan Siti mengetahuinya. “Saya malu, makanya enggak ngomong jujur. Masa saya minta cerai setelah membiarkan suami main serong dengan ibu,” kata Siti.

Lah, terus kenapa memangnya didiamkan? Harusnya marah dong walaupun wanita keduanya adalah ibu sendiri? Siti mengaku, ada sejumlah alasan mengapa ia membiarkan perselingkuhan tersebut berlangsung. Di antaranya persoalan biologis dan kasihan terhadap ibunya. “Saya punya alasan sendiri. Meskipun dibilang tidak lazim, tapi itulah yang melatarbelakangi mengapa saya diamkan perselingkuhan itu,” katanya.

Menurut Siti, ini bermula ketika ia meminta sang ibu tinggal bersama dirinya. Kebetulan masih ada kamar kosong yang bisa diisi. Lagi pula, Ninik bisa diminta untuk menjaga anak-anak selama Siti dan Dadan bekerja. Kalau Ninik pegawai swasta, Dadan berprofesi sebagai wiraswasta. “Saya enggak tega lihat ibu tinggal sendirian setelah ayah meninggal. Makanya saya minta agar ibu tinggal dengan kami,” tuturnya.

Di rumahnya, Ninik langsung cocok dengan anak-anak dan Dadan. Siti merasa senang, rumah yang ia tinggali terasa semakin hidup. Ninik yang supel pun punya teman banyak dengan tempo cukup cepat. Apalagi ia punya hobi joging dan senam. “Setiap pagi, ibu lari keliling kompleks. Para ibu di komplek malah banyak yang ikutan dia joging, makin seru saja,” tutur Siti.

Namun di sisi lain, ada persoalan yang tengah menggerogoti rumah tangga Siti. Yakni tentang kehidupan ranjang Siti. Ternyata, Dadan memiliki hasrat sangat tinggi. Sang suami sering kali minta dilayani setiap malam. “Syahwat Mas Dadan itu tinggi, tiap pulang kerja saya selalu diminta untuk dilayani. Bahkan kalau pulang kecapekan pun, Mas Dadan enggak pernah mau mengerti. Saya tetap diminta melayaninya,” katanya.

Awalnya Siti mencoba memaksakan diri, namun lama-lama Siti terpaksa harus menolak. Penolakan Siti bermain ranjang semakin sering di kala perusahaan mau tutup buku. Siti yang sering pulang larut malam selalu kecapekan sehingga malas melayani suami.

Lantaran hal tersebut, hubungan Siti dan Dadan mulai renggang. Namun di satu sisi, Dadan jadi sering berkomunikasi dengan Ninik. “Ibu itu punya suara seksi, mungkin karena pengaruh jadi janda pula. Kalau sedang ngobrol dengan Mas Dadan, enggak seperti ke mantu. Kaya ke teman sendiri saja,” ujar Siti. Bersambung…