Sepanjang 2016, LPA Banten Catat 14 Kasus Kekerasan Anak, 5 karena Pornografi

Ist. Ketua LPA Banten IIp Syafruddin
Ist. Ketua LPA Banten IIp Syafruddin

SERANG – Lima dari 14 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Provinsi Banten awal 2016 ternyata disebabkan oleh masalah kecanduan pornografi. Hal tersebut dikatakan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten Iip Syafruddin, Jumat (22/1/2016).

Dia mengungkap bahwa sepanjang 2016 ada 14 korban anak pelaku kekerasan dan pelecehan seksual. Lima orang di antaranya merupakan korban pencabulan yang dalam analisisnya karena kecanduan pornografi, game online dan kemudahan mengakses internet tanpa pengawasan orang tua.

“Ketika anak sudah terpapar pornografi, salah satu efeknya adalah kecenderungan melakukan pelecehan seksual,” ujar Iip.

Dirinya mengungkapkan bahwa dari enam kasus tersebut tiga kasus yang melibatkan enam orang anak berasal dari wilayah Kabupaten Pandeglang, dua kasus yang melibatkan enam orang anak dari Kota Serang, lalu satu kasus yang melibatkan dua anak dari Kabupaten Serang yang semuanya telah masuk dalam ranah hukum. “Semua kasusnya berkaitan dengan kejahatan seksual dan kekerasan fisik dan psikis,” beber dia.

Dirinya berharap kejahatan terhadap anak harus mendapat perhatian lebih terutama bagi pemerintah serta aparat keamanan, sehingga dapat meminimalisir angka kejahatan terhadap anak. “Kita ingin unit pelayanan perempuan dan anak tersebar di masing- masing kecamatan, agar penanganan kasus anak bisa dilakukan di setiap kecamatan. Namun untuk merealisasi hal tersebut menurut pihak kepolisian masih kekurangan SDM. Nanti akan kita dorong, meminta kepada Mabes polri agar di Banten ditambah UPPA,” kata Iip lagi. (bpc/RBOnline)

BAGIKAN
Just another simply photojournalist