LEBAK – Setelah melakukan upacara adat Seren Taun dengan agenda ritual meletakan hasil bumi ke leuit atau lumbung padi, hari ini masyarakat adat Cisungsang akan melakukan ritual lain yang bersifat tertutup.

“Sebetulnya ritual pokoknya besok (hari ini-red). Ritual besok akan menentukan masa tanam,” kata Kepala Adat Desa Cisungsang Abah Usep, Minggu (6/9/2015).
Menurut Abah Usep, ritual ini tertutup dan tidak bisa diceritakan kepada publik dan yang melakukannya pun hanya tujuh orang. “Tidak semua bisa dijelaskan bentuk ritualnya kepada publik,” kata Abah Usep.
Untuk itu, dalam penyelenggaraan Seren Taun pun dibentuk dua kepanitian. Satu kepanitian yang mengurusi ritual adat yang bisa disaksikan publik dan satu lagi hanya kalangan internal masyarakat adat.
Menyinggung terkait adanya hiburan modern di rangakaian acara adat ini, kata Abah Usep hal tersebut merupakan bentuk keterbukaan masyarakat adat kepada hal kekinian, namun tidak meninggalkan nilai-nilai yang sudah diwasiatkan turun temurun oleh leluhur.

“Kita sadar tidak bisa memaksakan, tapi kita pun tetap mempertahankan nilai-nilai adat,” katanya.
Untuk diketahui, rangkaian Seren Taun ini dimulai sejak berjalan selama satu minggu. Selama sepekan diramaikan dengan pasar rakyat, hiburan seperti jaipong, ubrug, dangdut, musik reagee, tarian lesung, hingga drum band, kemudian upacara adat untuk publik yang dihadiri langsung oleh Gubernur Banten Rano Karno. (Bayu)