Siaga Saat Arus Mudik, Pemprov Kerahkan 1.987 Dokter dan Perawat

PADAT MERAYAP: Suasana pintu keluar Tol Serang Timur cukup padat, Minggu (18/6). Sejumlah sopir mengaku mengantre sampai dua jam untuk bisa keluar tol. Kemacetan dipicu lantaran masyarakat sudah melakukan perjalanan mudik. FOTO: QODRAT/RADAR BANTEN

SERANG – Pemprov Banten telah memperkirakan puncak arus mudik 2017 akan terjadi pada H-3 Lebaran atau 23-25 Juni. Untuk menjamin keselamatan para pemudik, Pemprov pun mengerahkan 1.987 dokter dan perawat serta 199 unit ambulans yang akan ditempatkan di 296 posko kesehatan sepanjang jalur mudik.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, jumlah tenaga medis posko kesehatan arus mudik Lebaran 2017 lebih dari dua ribu orang. Selain 498 dokter dan 1.489 perawat, Dinkes Banten bersama dinkes kabupaten kota juga menyiapkan 926 tenaga teknis lainnya yang bertugas di posko kesehatan. “Se‎suai hasil rapat koordinasi kesiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah di Pendopo Gubernur Banten, posko kesehatan akan dimulai H-7 Lebaran,” kata Kepala Dinkes Banten Sigit Wardojo kepada wartawan, akhir pekan kemarin.

Sigit ‎menambahkan, selain menyiapkan posko dan tenaga medis, Pemprov juga menyiapkan 30 unit tenda, 271 unit vellbed, 185 unit tandu dan 140 jenis obat-obatan dengan berbagai jenis kemasan untuk sasaran 1.000 orang. “Selain dibantu PMI, posko kesehatan arus mudik Lebaran juga bekerja sama dengan instansi terkait lainnya seperti BPJS dan perusahaan lainnya,” ungkapnya.

Terkait kekhawatiran layanan rumah sakit terganggu selama arus mudik karena banyak dokter yang diterjunkan, Sigit mengaku telah mempertimbangkan semuanya. Menurutnya, dokter yang dikerahkan tidak sampai mengganggu layanan di rumah sakit yang ada di Banten. “‎Tidak sampai mengganggu pelayanan di rumah sakit, sebab tidak semua dokter ditugaskan bertugas di posko mudik, itu sudah kami petakan,” jelasnya.

Sigit berharap, layanan kesehatan mudik 2017 berjalan lancar seperti tahun sebelumnya. Penumpukan di terminal, bandara, pelabuhan, jalan raya, dan tempat-tempat keramaian pada jalur angkutan Lebaran bisa diminimalkan. “Terkait layanan kesehatan saat mudik, ini sesuai Surat Edaran Menkes Nomor HK 02/Menkes/204/2017 tentang Penyelenggaraan Kesehatan pada situasi khusus/mudik Lebaran 2017,” tambah Sigit.

“Dari 105 rumah sakit yang ada di Banten, sebanyak 20 rumah sakit yang berada di jalur mudik menjadi rumah sakit rujukan utama pelayanan kesehatan arus mudik,” sambung Sigit.

‎Terpisah, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Divisi Regional XIII yang memberikan pelayanan di Provinsi Banten, Lampung, dan Kalimantan Barat ini mengapresiasi kesiapan Pemprov Banten menghadapi arus mudik Lebaran. Menurut Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional XIII Benjamin Saut PS, keberadaan posko kesehatan dan dokter jaga diharapkan dapat menekan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas para pemudik.

“‎Kami juga akan mendirikan posko BPJS Kesehatan di Pelabuhan Merak untuk mendukung upaya Pemprov Banten. Kami harapkan aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan bisa mengatur lalu lintas dengan baik dan pemudik mematuhi rambu-rambu lalu lintas sehingga kecelakaan bisa diminimalisasi,” ‎katanya.

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim meminta semua dinas terkait baik provinsi dan kabupaten kota berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya menghadapi arus mudik Lebaran 2017. Menurut Wahidin, kesiapan Banten menghadapi arus mudik tahun lalu cukup berhasil karena terbangunnya sinergitas semua lembaga dalam mengahadapi mudik Lebaran. “Tahun ini harus lebih baik lagi, para pemudik dari Jakarta yang melewati Banten menuju Pelabuhan Merak harus dilayani dengan baik, begitu juga pemudik dari luar kota yang kembali ke Banten,” katanya.

Tingginya volume kendaraan saat arus mudik, kata Wahidin, sudah pasti menimbulkan kemacetan, gangguan keamanan dan kecelakaan lalu lintas. Untuk itu semuanya harus diantisipasi dengan cermat. “Pemprov dan kabupaten kota bersama kepolisian dan TNI telah komitmen untuk bersama-sama ‎melaksanakan tugasnya masing-masing menyukseskan mudik Lebaran 2017,” ungkap Wahidin saat memimpin rakorpimda kesiapan Lebaran 2017 di Pendopo Gubernur beberapa hari lalu. (Deni S/RBG)