1. Sekolah Sehat

SMA Negeri 3 Kabupaten Tangerang mewakili Provinsi Banten dalam ajang Sekolah Sehat Tingkat Nasional 2016. Bupati Tangerang Zaki Iskandar pun mengucapkan terima kasih kepada Tim Pembina UKS Provinsi Banten karena telah mengantarkan salah satu sekolah di daerah yang dipimpinnya tersebut bisa berlaga di tingkat nasional.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Tim Pembina (TP) UKS Provinsi Banten, TP UKS Kabupaten Tangerang, berserta seluruh jajaran yang telah mengantarkan SMAN 3 Kabupaten Tangerang dan SMPN 2 Solear hingga bisa berlaga di tingkat nasional,” kata Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, pada Selasa (24/5).

Zaki Iskandar berharap bahwa generasi berikutnya akan meneruskan dan paham akan pentingnya kesehatan sekolah, karena sekolah ini adalah sebagai lokomotif proses pengembangan wawasan dan wadah pendidikan serta pengalaman untuk kesehatan dan dua sekolah tersebut bisa dijadikan model percontohan dan motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Provinsi Banten dan wilayah Kabupaten Tangerang khususnya untuk menjadi Sekolah Sehat selanjutnya. “Karena sekolah ini sebagai lokomotif dalam proses pengembangan wawasan dan wadah pendidikan dalam meningkatkan pengalaman kesehatan. Kondisinya ya harus tetap dijaga dan diteruskan,” terangnya.

Diketahui bahwa kegiatan Sekolah Sehat akan diikuti 93 Sekolah di tingkat nasional. Dengan rincian, 79 sekolah dari Kabupaten/Kota dan 24 sekolah dari 24 provinsi se-Indonesia. Adapun kriteria penilaian yang digunakan, sekolah tersebut harus best performance (hasil kerja baik) dan best achievement (pencapaian yang terbaik dari sekolah-sekolah lainnya).

Zaki menjelaskan, dengan keterwakilannya Provinsi Banten melalui SMA 3 Kabupaten Tangerang ini menunjukan Banten sebagai daerah yang mempunyai daya saing dengan daerah-daerah lain. Karena bagaimanapun untuk mengikuti ajang nasional seperti ini ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh peserta.

Untuk diketahui, SMAN 3 Kabupaten Tangerang sendiri menjadi duta Provinsi Banten untuk mengikuti penilaian lomba nasional ini, setelah sekolah tersebut menjadi Juara I Lomba Sekolah Sehat Tingkat SMA Provinsi Banten di tahun 2015. Sebelumnya, SMAN 3 Kabupaten Tangerang pun dinobatkan menjadi duta Kabupaten Tangerang setelah juga menjadi Juara I Lomba Sekolah Sehat Tingkat SMA Kabupaten Tangerang.

Keberhasilan SMAN ini berprestasi di kancah lomba sekolah sehat, sebenarnya tak bisa dilepaskan dari peran jajaran petugas kesehatan Puskesmas Curug yang secara simultan bekerja keras membina para pelajar dan keluarga besar sekolah itu untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah.

H Dedi Hidayat, Kepala SMAN 3 Kabupaten Tangerang mengakui semua mimpi ini terwujud berkat kerja-sama baik dari para intansi terkait, SKPD, maupun perusahaan swasta yang turut membantu dan mendukung suksesnya SMAN 3 menjadi sekolah sehat di wilayah Kabupaten Tangerang.

Kini pihak sekolah terus melakukan penataan dan perapihan lingkungan sekolah, baik di halaman maupun ruangan, sesuai standar maksimal untuk mengikuti penilaian sekolah sehat oleh jajaran Pemkab Tangerang. Tujuannya, pada saat mengikuti penilaian lomba semuanya telah maksimal. “Tim Puskesmas Curug begitu berperan dalam melakukan pembinaan kepada para siswa maupun para guru,” papar Dedi.

Diakui pula sebelumnya pihak sekolah khawatir kurang siap pada saat sekolah ditunjuk untuk mewakili Provinsi Banten. Namun setelah mendapat dukungan keluarga besar sekolah, jajaran sekolah pun menjadi termotivasi memajaukan sekolah menjadi sekolah sehat. Tak kurang pula, papar Dedi, bantuan pun datang dari kecamatan, kelurahan, polsek, polres, Forum Kabupaten Tangerang Sehat (FKTS), DKP, BPLHD dan pihak swasta.

Halaman sekolah ini, kini sudah hijau dan tertata rapih, tersedia kantin sehat, terlengkapi sarana sanitasi skeolah, wastafel terpasang di depan kelas berikut dengan kelengkapannya, ruang UKS dengan petugas yang terlatih dan ruang lainnya yang terus dijaga kerapihan dan kebersihannya.

Bahkan kini keluarga besar sekolah dan dewan guru tidak lagi diperkenankan merokok di sembarang tempat di lingkungan sekolah, termasuk jajaran sekolah tidak lagi diperbolehkan membuang sampah sembarangan karena telah disediakan tempatnya.

Petugas pun bersama para pelajar dan dewan guru berupaya keras menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, memanajemen kegiatan sekolah yang berorientasi pendukungan PHBS, serta secara berkelanjutan memompakan budaya PHBS di sekolah itu.

Aspek yang dinilai dari lomba sekolah sehat meliputi dari semua faktor diantaranya sarana dan karakter siswa. OSIS juga membantu dalam perlombaan sekolah sehat kali ini untuk menjadi contoh karakter siswa, seminar-seminar telah dilaksanakan oleh berbagai mitra untuk membantu mengembangkan karakter siswa. SMA 3 Kab Tangerang telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan yang ada di banten untuk membantu dalam pelaksanaan kegiatan lomba sekolah sehat kali ini.

2. Untuk Implementasi Hidup Sehat

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Engkos Kosasih Samanhudi menilai ajang sekolah sehat tingkat nasional seperti ini merupakan ajang yang baik untuk sekolah-sekolah yang ada di Indonesia termasuk di Banten. Karena dengan ajang seperti ini seluruh elemen sekolah terangsang untuk membiasakan dan menerapakan pola hidup sehat dan bersih.

Tujuan lomba sekolah sehat ini sendiri untuk melihat implementasi di lapangan dan pola hidup sudah terinternalisasi di lapangan termasuk juga kehidupan warga sekolah. Artinya, dengan adanya lomba seperti ini diharapakan seluruh elemen yang ada di sekolah sudah benar-benar mengimplementasikan pola hidup dikehidupan sehari-hari.

“Saya berharap dengan adanya ajang lomba seperti ini seluruh sekolah di Provinsi Banten mencontoh dan menerapkan pola-pola hidup sehat, karena esensi dari ajang nasional ini adalah hal tersebut, sama seperti lomba lain, ini hanya sekedar perangsang agar pola itu diterapkan dalam keseharian bukan hanya ketika perlombaan,” ujarnya. (ADVERTORIAL/Dinas Pendidikan Provinsi Banten)