SERANG – Keluarga dari Siti Aisyah, warga Kampung Rancasumur, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, yang diduga terlibat kasus pembunugan Kim Jong Nam di Malaysia beberapa waktu lalu menduga janda beranak satu tersebut dijebak oleh suatu pihak.

Salah satu keponakan Aisyah, Iqbal menuturkan, dirinya mengetahui selama ini Aisyah bekerja sebaga tallent acara reality show. Iqbal menduga, Aisyah menganggap perbuatannya yang terekam CCTV bandara terhadap kakak tiri Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un tersebut bagian dari pekerjaanya.

“Teteh saya kan kerja di acara yang ngerjain orang gitu, teteh saya nggak tahu disuruh agensinya itu. Teteh saya kan nggak tahu itu siapa-siapanya. Kalau suruh ngerjain ya negerjain aja,” tutur Iqbal Jumat (17/2), malam di kediaman Aisyah di Pabuaran.

Sekali syuting, menurur Iqbal Aisyah dibayar Rp 2-3 jutaan. Informasi itu diketahuinya karena kerap komunikasi dengan Aisyah. “Ini saya ngomong apa adanya tentang teteh saya. Harapannya teteh bisa cepet pulang. Katanya presiden kan korban,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ahmad Jeni, kerabat korban bercerita, sekitar 21 Januari lalu Aisyah menyempatkan pulang ke kampung halamannya tersbut. Dalam kesempatan itu, Aisyah mengaku akan terbang ke Korea Utara untuk syuting. “Bilangnya kemarin pas pulang mau syuting bilangnya di Korea Utara, bilangnya yang ngajak anaknya DPR, yah kita orang awam percaya saja, bilangnya gitu,” ujar Jeni.

Cerita Aisyah itulah yang membuat dirinya menduga saudara dari istrinya tersebut dijebak hingga terlibat di kasus pembunuhan tersebut.

Benah, ibu Aisyah yang merasa yakin anaknya tidak bersalah berharap anaknya bisa segera dibebaskan dan pulang. “Saya mohon bantu anak saya,” ujarnya. (Bayu)