SERANG – Pengelolaan Banten Lama harus diutamakan di atas kepentingan golongan. Jika gesekan antara kepentingan terjadi, maka upaya merevitalisasi kawasan Banten Lama tidak akan pernah terwujud.

Hal ini mencuat dalam dialog yang diselenggarakan Polres Serang melalui acara “60 Menit Bersama Polri” di kawasan Banten Lama, Kota Serang, Kamis (4/6/2015).

“Berangkat dari kecintaan saya terhadap Surosowan, kondisi Banten Lama ini perlu mendapat perhatian dari semua kalangan,” ujar Kapolres Serang AKBP Nunung Syaifuddin.

Menurut Nunung, keberhasilan Kota Serang bukan terletak dari berapa banyaknya mal yang berdiri di Kota Serang. “Bukan juga Gerbang Tol Serang Timur, bukan Mall of Serang. Ikon Banten satu-satunya adalah Masjid Agung Banten Lama. Tapi apakah kondisinya sudah dapat kita banggakan?” ujarnya.

“Saya belum merasa bangga dengan kondisi Banten Lama,” imbuhnya.

Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah menambahkan, nuansa Islami harus sudah nampak mulai di seluruh wilayah Kota Serang, dimana wisatawan mengakses kawasan Banten Lama. “Coba itu billboard yang dipasang di jalan-jalan itu jangan cuma wajah politisi, tapi sate bandeng misalnya,” harapnya.

Khusus soal kawasan Banten Lama, Asep mengatakan, “Bagaimana orang mau khusuk berdoa kalau di dalam area ziarah selalu ada orang yang menabuh-nabuh kotak amal. Ini kan malah mengganggu kekhusuan orang yang sedang berdoa.”

Lebih lanjut, Asep meminta agar tidak terjadi dualisme dan egoisme dalam pengelolaan kawasan Banten Lama. “Tanggalkan semua keegoisan masing-masing. Kita sudah saatnya bersama membangun Banten Lama,” katanya.

Terkait itu, Ketua Kenadziran Banten Lama Tb Ismetullah Al-Abbas menilai pernyataan Asep tersebut, sebagai pernyataan yang sangat tendensius dan menyinggung para keturunan sultan yang berada di kawasan Banten Lama. “Coba kalau mau berunding sampaikan dengan bahasa yang santun dan tunjukkan sebagai figur. Jangan ini bicara seperti itu yang terkesan tendensius. Padahal kalau tanpa peran keluarga keturunan sultan, daerah ini masih seperti hutan belantara yang tidak terawat,” sergah Ismetullah.

Walikota Serang Tb Haerul Jaman menegaskan, pihak Pemkot Serang sudah berupaya melakukan perbaikan-perbaikan infrastruktur di kawasan Banten Lama. “Tapi ya itu, rencana memang sudah dibuat sejak lama, tapi memang anggaran kita terbatas,” katanya.

Rencananya, pihak DPRD Provinsi Banten akan menganggarkan perbaikan dan revitalisasi Banten Lama pada tahun 2016 sebesar Rp30 miliar. Anggaran ini akan diturunkan untuk membenahi kondisi Banten Lama, relokasi pedagang, perbaikan infrastruktur jalan dan sebagainya. (Wahyudin)