Soal Pungli Tunjangan Guru, Ketua PGRI Kopo: Kesepakatan Guru

SERANG – Ketua PGRI Kecamatan Kopo berinisial S, membantah jika pungutan dengan cara pemotongan tunjangan guru tidak atas kesepakatan para guru. Menurutnya, pungutan tersebut telah disetujui oleh guru-guru.

“Ada tanda tangannya,” ujar S sambil digelandang oleh petugas Polres Serang dari aula Polres Serang menuju ruang tahanan setelah ekspose, Senin (13/11).

Menurutnya, uang hasil potongan tunjangan tersebut bukan untuk keperluan pribadinya dan bendahara pembantu di UPTD Dindikbud Kecamatan Kopo. Namun murni untuk pembayaran pembangunan gedung PGRI Kopo dan HUT PGRI 2017.

“Buat gedung semuanya,” katanya singkat menjawab pertanyaan awak media.

S enggan menjelaskan lebih lanjut terkait kasus yang tengah menimpanya tersebut. S memilih diam dan menjawab singat pertanyaan awak media sambil terus berjalan menuju ruang tahanan Polres Serang.

Sebelumnya diberitakan, akibat memotong tunjangan guru di Kecamatan Kopo, Ketua PGRI Kecamatan Kopo berinisial S dan bendahara UPTD Dindikbud Kecamatan Kopo berinisial M diciduk Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Bersama kedua pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 24.990.000, hasil pemotongan tunjangan. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)