SERANG – Kecewa lantaran tidak bisa masuk dalam Kota Serang, puluhan sopir angkutan kota (angkot) yang biasa beroperasi di trayek Serang – Cilegon, melakukan mogok operasi, di samping Terminal Kepandean, Kecamatan Serang, Senin (3/8/2015).

“Demo dilakukan karena kami tidak bisa masuk ke kota daerah Pocis. Tiba-tiba tadi pagi kami langsung disetop oleh petugas,” ungkap Mustafa, salah satu sopir Angkot trayek Serang-Cilegon kepada wartawan di sela-sela aksinya.

Dikatakan Mustafa, dirinya bersama sopir lainnya melakukan mogok operasi lantaran sebelumnya tidak ada pemberitahun, dan juga trayek angkot dalam kota masih acak-acakan. “Trayek di Serang mah gak ada yang bener. Sama saja tidak tertib. Kalau mau tertib, harus dioperasi benar-benar,” katanya.

Senada dikatakan sopir lainnya Syamsul. Menurutnya, dengan disetopnya angkot di Terminal Kepandean berpengaruh pada minimnya penghasilan. Ini juga dilakukan angkota Serang-Cilegon tidak bisa masuk PCI, karena dilarang sama petugas.

“Penghasilan sehari bersih setelah setor biasanya Rp50 ribu, kalau ini tidak bisa masuk, penghasilan kami bisa kurang dari itu. Penumpang juga protes, ingin langsung ke kota,” paparnya.

Pantauan radarbanten.com di lokasi, dalam protesnya, puluhan sopir angkot menghentikan dan menurunkan penumpang yang sudah naik di angkot Serang-Cilegon. Petugas kepolisian dan Dishubkominfo mengatur arus lalu lintas.

Sampai berita ini diturunkan perwakilan pengurus Organda Kota Serang dan para sopir melakukan mediasi dengan petugas kepolisian dan Dishubkominfo yang mengatur arus lalu lintas di Terminal Kepandean. (Fauzan Dardiri)