JAKARTA – Rencana pesta bikini usai Ujian Nasional yang bertajuk Splash After Class membuat heboh ibu kota. Dari Dinas Pendidikan hingga Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama geram dan merespons dengan menelusuri dan menegaskan akan mengambil sikap tegas.

Bagaimana sebenarnya serba serbi pesta Splash After Class ini?

Dilansir dari situs javaparty.net, Splash After Class yang digagas oleh Divine Production’s ini akan digelar pada Sabtu, 25 April nanti.

Di situs tersebut menerangkan, Splash After Class diilhami dari upaya untuk menghilangkan kepenatan atau stres usai melakoni ujian nasional.

“Are you strees out about national exam and you want to refresh your brain???Let’s join us in GoodBye UN party!!!!”

Rencananya, pesta ini akan digelar di Media Hotel, Jakarta, yang diketahui terletak di Jl. Gunung Sahari 3, Sawah Besar, Jakarta.

Untuk pemesanan tiket alias presale dikenakan biaya 150k alias 150.000. Sementara untuk OTS atau On the Spot aka tiket yang dijual pada hari H senilai 200k atau 200 ribu.

Di situs itu juga mencantumkan sejumlah bintang tamu dan DJ, seperti Mahesa Utara, Putri Danizar, Adhel Maharani, G-Vaw, Electrooby, Gilbert, Aliens dan dengan mic controller by MC Novel.

Naaah ini dia. Di situs atau undangan tersebut juga mencantumkan sejumlah sekolah yang men-support acara yakni, SMA 8 Bekasi, SMA 12 Jakarta, Muse Rawamangun, SMA 38, SMK 50, SMK Musik BSD, SMA 31, SMA 109, SMA 53, SMA 44, SMA 24, SMA 29, 26 Pembangunan, SMA 100, RRFAMS, SMA Insan Cendikia, SMA 7 Tanggerang, SMA Yapenka dan SMA 22.

Sementara di undangan, tercantum juga nama SMA Alkamal

Rules and policy-nya? No Drugs, No Weapon, and No Fight. Dan di undangan juga tertera semacam dress code; BIKINI SUMMER DRESS.

Gubernur Ahok yang sudah mendengar rencana pesta ini pun melarang keras. Pasalnya, pesta bikini melanggar aturan perundang-undangan. “Enggak bisa dong kalau pesta bikini mah. Ditangkap. Itu ada KUHAP, asusilanya,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (23/4). (gil/adk/jpnn)