LINGKUNGAN kerja Apple kabarnya penuh dengan kerahasiaan. Bahkan, banyak karyawan (khususnya di bagian engineering) yang tidak tahu sebenarnya produk apa yang sedang mereka kerjakan. Hal tersebut terjadi karena masing-masing divisi hanya diperbolehkan mengetahui bagian yang ia kerjakan saja.

Maka tak heran jika seseorang di divisi software tidak pernah benar-benar tahu bahwa aplikasi yang ia kembangkan apakah akan digunakan untuk iPhone atau iPad terbaru.

Luar biasanya, tak sedikit dari mereka yang baru benar-benar tahu produk apa yang mereka kerjakan ketika produk itu diumumkan secara resmi di atas panggung perilisan.

“Mereka (karyawan Apple) tak pernah tahu apakah yang mereka kerjakan perangkat berlayar besar atau kecil. Mereka benar-benar tidak tahu sampai waktu rilis produk, ketika Steve Jobs naik ke atas panggung dan menunjukkan iPad yang ternyata itulah yang mereka kerjakan selama dua tahun terakhir,” ujar seorang mantan karyawan Apple yang mengaku bernama “Brad” kepada Business Insider.

Brad mengaku sangat terkejut bagaimana sistem kerahasiaan di Apple dapat berjalan dengan baik. “Ini sangat gila, tiap tim-tim dipisahkan dan bekerja secara terisolasi satu sama lain,” lanjutnya.

Gilanya lagi, Brad menceritakan, seseorang mahasiswa cerdas dapat bekerja sebagai karyawan magang di Apple dengan gaji yang cukup besar berkisar US$ 7 ribu per bulan. Akan tetapi, sang pekerja magang tersebut harus mematuhi kode etik ala agen rahasia, yakni mereka tak diperkenankan menceritakan pekerjaan mereka kepada orang lain, termasuk keluarga.

Sebelum Brad, Steven Tweedie, seorang pengembang aplikasi rekanan Apple juga pernah menceritakan betapa “sakralnya” etika kerahasiaan di Apple.

Ketika mendatangi acara khusus pengembang Apple Watch, Steven mengatakan bahwa terjadi pemeriksaan dan penggeledahan yang cukup ketat di area kamar mandi. Hal tersebut dilakukan guna memastikan tidak ada tamu undangan yang mencoba mencuri Apple Watch dan membocorkannya kepada publik. (rbc/le)