LEBAK – Tradisi Seren Taun di Cisungsang, Kecamatan Cibeber kurang lebih sudah 700 tahun dan sampai sekarang masih tetap dilakukan oleh warga.

Seren Taun Kasepuhan Cisungsang merupakan ritual tahunan dengan menyimpan padi di lumbung atau leuit sebagai ungkapan kemakmuran dan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa.

Kegiatan Seren Taun ini dilaksanakan di Imah Gede yang merupakan rumah kepala Adat Cisungsang yaitu Abah Usep Sebagai generasi keempat. Generasi pertama oleh Embah Buyut, kedua Uyut Sakrim daj ketiga Oot Sardani. Selain itu, acara ini dihadiri Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang ditemani Ketua Dekranasda Muhammad Farid Dermawan.

Menurut keterangan Abah Usep, acara Seren taun ini sudah dilakukan kurang lebih sudah 700 tahun. “Kita harus menjaga warisan adat dan budaya leluhur banten kidul ini, yang berada di Cisungsang. Ini sebagai bentuk rasa syukur Kepada yang Maha Kuasa,” ucap Abah Usep pemimpin acara ritual Seren Taun Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Minggu (13/8).

Menurutnya, ini sesuatu yang tidak bisa dihindari, disebabkan masyarakat seakan tidak lupa akan warisan yang sudah ratusan tahun ini.

“Walaupun kita sudah mengenal zaman modern, tetapi masyarakat adan tidak lupa dan tetap memegang teguh warisan budaya leluhurnya,” ujar Abah Usep.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat sambutan mengatakan, selain acara ritual tahunan, Seren Taun juga sebagai objek pariwisata lokal.

“Sudah kita ajukan ke Kementerian Pariwisata untuk menjadikan agenda pariwisata nasional,” katanya.

Diharapkan, warisan budaya leluhur ini harus tetap dijaga, selain itu bisa menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan. (Omat/twokhe@gmail.com).