ilustrasi: (foto istimewa)

SERANG – Kabupaten Serang telah berdiri selama 490 tahun. Namun hingga hari ini, masyarakatnya masih mengeluhkan buruknya infrastruktur di Kabupaten Serang, khususnya jalan. Hal tersebut terungkap saat anggota DPRD Provinsi Banten Dapil Kabupaten Serang menyampaikan hasil reses ke Pemerintah Kabupaten Serang di Aula Setda Kabupaten Serang, Senin (20/3).

Pada kesempatan tersebut, dari DPRD Banten, hadir Wakil Ketua DPRD Banten Muflikhah, dan beberapa anggota DPRD Banten seperti Sofwan Harris, Ratu Halimah, Heri Handoko, dan Najib Hamas. Sedangkan dari Pemkab Serang yang hadir Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa dan sejumlah Kepala SKPD.

“Terkait infrastruktur di beberapa wilayah di Pontang, Dukuh, Ciruas, Carenang, Lebakwangi, dan Kopo rata-rata keluhan masyarakat tentang infrastruktur jalan,” kata Heri Handoko mengawali pembicaraan.

Hal senada diungkapkan oleh anggota dewan lainnya. Kali ini Sofwan, politisi Partai Gerindra tersebut mengaku mendapatkan keluhan yang sama saat reses. “Jalan Sentul – Kisaraf, betonnya juga pecah, nah ini mestinya diturab, karena corannya pecah. Di Kampung Bagoang ini rawan Banjir‎,” katanya.

Kemudian Ratu Halimah juga mengeluhkan masalah infrastruktur di Kecamatan Anyer. “Sekarang alun-alun aja kita tidak punya. Jangankan untuk bermain sepakbola, untuk upacara agustusan saja harus pinjam, sedih rasanya saya malu sebagai orang Anyer, Tugu selamat datang di Anyer juga dipenuhi dengan sampah di bagian kanan kiri, bahkan itu sering untuk tidur orang gila,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Banten, Muflikhah mengungkapkan, keluhan para anggota dewan tersebut merupakan informasi yang yang langsung bersumber dari masyarakat. “Dengan informasi ini bisa saling koordinasi dan sinergi, agar tidak ada yang merasa ditunjuk, kita sama-sama membangun Banten,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menyatakan, Pemkab Serang hingga saat ini masih menghadapi masalah klasik yaitu infrastruktur. Pemkab Serang memiliki 1.800 KM jalan Desa dan 600 KM jalan Kabupaten. Namun rencananya saat ini hingga lima tahun mendatang Pemkab Serang bertekad untuk meningkatkan kualitas 480 KM jalan dengan cara dibeton.

“Target kita dalam satu tahun itu 100 KM jalan yang harus diperbaiki, dan masalah klasik lainnya adalah kondisi ruang kelas yang harus terus diperbaiki,” ujarnya. (Wirda)

BAGIKAN